•   Senin, 30 Maret 2020
Peristiwa Kriminal

Tata Dan Regina Minta Rescedul Pemeriksaaan.

( words)
Tata Janeta alias Shinta Dewi dan Regina Idol rescedul pemeriksaan investasi bodong Me miles (21/1/2020).


Surabaya Pagi, Surabaya Kelanjutan pemeriksaan terhadap sejumlah publik figur terkait investasi bodong Me miles, terus bergulir.
Dan hari ini rencananya, yang akan hadir adalah Regina Ivanova alias Regina Idol dan Tata Janeta alias Shinta Dewi, (21/1/2020). Namun, keduanya minta kepada penyidik subdit indagsi Ditreskrisus Polda Jatim agar rescedul.
Hal ini ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan, sebetulnya ada dua publik figur yang rencananya hadir, yakni TJ dan Regina Idol. Tapi keduanya, minta rescedul, karena ada keperluan yang tak bisa ditinggal.
" Kedua publik figur minta rescedul,"tegas Gideon Arif Setyawan di Mapolda Jatim.
Sebelumnya, polisi telah melayangkan surat panggilan kepada empat artis. Keempatnya yakni EDM atau Eka Deli Mardiyana, MT atau Marcello Tahitoe alias Ello, AN atau Adjie Notonegoro dan J atau Judika.
Luki memaparkan tiga dari empat public figur ini mengkonfirmasi hadir minggu depan. Sementara Judika masih menyesuaikan dengan jadwalnya.
"Insya Allah minggu depan ada beberapa public figur yang konfirmasi akan datang ke sini, Senin, Selasa, Rabu, di mana public figur inisial EDM, MT, AN. Ini nanti akan sudah konfirmasi datang dan mungkin ada yang membawa reward yang pernah diterima," kata Luki di Surabaya, Jumat (10/1/2020).
"(Untuk J) menunggu jadwal berikutnya. Kita berusaha konfirmasi dengan kegiatan mereka dan kita melihat jadwal kosongnya," imbuh Luki.
Selain itu, Luki menyebut inisial nama-nama baru artis yang terlibat. Artis-artis inu juga akan segera dipanggil."Ada beberapa inisial TM, ID, ZG, UGB dan MJ. Ini akan kami panggil semuanya karena terkait mekanisme operasional perusahaan," lanjut Luki.
Sebelumnya, Luki menyebut telah membuka posko pengaduan untuk member yang tertipu. Dia mengatakan ada beberapa member yang telah melapor.

Image
"Kita buka pengaduan di SPKT, offline sudah ada 264 yang mengadu dari berbagai macam daerah. Mereka mengadukan sudah top up dengan berbagai macam nilai, Ada yang Rp 50 juta sampai Rp 180 juta. Pengaduan yang kita buka secara online melalui email, fb, ig terkumpul ada 160 orang pengadu. Dan ini terus. Dari hasil pengembangan ini akan terus mengambil atau menyita barang bukti," pungkas Luki.
Kini, telah ada empat tersangka dalam kasus MeMiles. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.
Sebelumnya, kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ini disebut telah memiliki 264 ribu nasabah atau member.
Selain itu, dalam praktiknya, MeMiles juga memberikan iming-iming hadiah fantastis dan tak masuk akal pada nasabah. Misalnya saja hanya investasi ratusan ribu, nasabah sudah bisa membawa pulang sejumlah barang elektronik seperti TV, Kulkas, hingga AC.
Hal ini lah yang membuat peminat MeMiles melonjak. Dalam 8 bulan beredar, MeMiles telah mengantongi omzet Rp 750 miliar. Polisi pun menyita uang total Rp 122 Miliar yang tersisa di rekening utama.nt

Berita Populer