Tarif Tol Surabaya-Gresik Naik, Sejumlah Pengendara Mengeluh

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Tarif tol dari Surabaya ke Gresik (Dupak–Manyar) begitu juga sebaliknya, mengalami kenaikan. Maka dari itu, pengguna tol Surabaya–Gresik harus siap-siap menambah pengeluaran.

Kenaikan itu untuk kendaraan golongan I dan II. Dan telah diberlakukan sejak tanggal 18 Desember kemarin. Penyesuaian tarif tol dari Dupak, Surabaya, hingga Gresik ini berupa kenaikan Rp 200 per kilometer menjadi Rp 819 dari sebelumnya Rp 619.

Perubahan tarif itu pun mendapat respons beragam dari pengguna tol. Ada yang menganggap wajar, ada pula yang berkeberatan dengan tarif baru.

Sebelumnya, penyesuaian tarif itu mengacu pada keputusan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR).

Kenaikan tarif tersebut didasarkan pada hasil evaluasi. Khusus untuk tol Surabaya–Gresik, peningkatan tarif dipengaruhi dua hal. Selain inflasi kenaikan itu dipengaruhi kebutuhan investasi.

Program investasi juga berkaitan dengan penambahan gardu anyar. Dalam waktu dekat, ada penambahan dua gardu anyar di pintu gerbang Manyar. Penambahan itu dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di pintu tol yang berdekatan dengan kawasan industri.

Ungkapan keberatan, salah satunya, disampaikan Sadikin, sopir angkutan umum jurusan Terminal Osowilangun–Pasar Turi. Lelaki 45 tahun itu mengaku baru mengetahui kenaikan tarif setelah membayar di gerbang tol Tandes. Dia sempat kebingungan.

’’Biasanya rute Tandes–Dupak itu hanya Rp 2 ribu. Nah, saya sempat kaget melihat saldo berkurang Rp 3 ribu saat masuk gerbang tol,” kata Sadikin saat ditemui di exit tol Dupak kemarin. Dirinya mengira bahwa alat di gerbang tol rusak. Sadikin baru tahu tarif naik setelah membaca pengumuman di exit tol Dupak.

Lantas, bagaimana pendapatnya tentang kenaikan tarif? Dia mengatakan, peningkatan biaya masuk tol cukup meresahkan. Sebab, hal itu akan menambah pengeluaran hariannya. ’’Saya wira-wiri masuk tol lima kali dalam sehari. Jika dihitung, penghasilan saya akan terpotong Rp 5 ribu dalam sehari. Itu cukup besar,” ungkap Sadikin.

Keberatan juga disampaikan Muhammad Imron, pengguna jalan tol lainnya. Menurut dia, kenaikan akan menambah beban keuangan perusahaan. ’’Dari Manyar ke Dupak tambah Rp 4 ribu. Saya mengantar barang 26 kali dalam sebulan. Berarti ada pengeluaran tambahan Rp 104 ribu,” kata Imron yang mengaku bekerja di perusahaan ekspedisi.

Ungkapan berbeda disampaikan Nurul Hamdi, pengendara lain. Dia menyebutkan bahwa kenaikan tarif tol masih terhitung wajar. Sebab, kenaikannya masih di bawah Rp 5 ribu. ’’Saya tetap pakai jalan tol. Saya pikir naiknya masih biasa,” jelasnya.

Kepala Bagian Umum PT Margabumi Matraraya Andjar Hari Sutoto menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diketahui para pengguna jalan. Kenaikan sebenarnya hanya berlaku untuk kendaraan golongan I dan II. Untuk golongan III dan IV, tarifnya sama. Tarif golongan V justru turun.

’’Menurut saya, pengusaha angkutan tidak perlu cemas. Sebab, tarif golongan III ke atas tidak naik,” ungkap Andjar. Soal sosialisasi yang dinilai kurang oleh pengusaha, dia membantahnya. Menurut Andjar, pemberitahuan dilakukan jauh-jauh hari sebelum tarif naik.

”Nanti, selama seminggu ke depan juga masih ada sosialisasi lewat spanduk dan video,” kata Andjar. Dia menjelaskan, ada empat papan digital yang diaktifkan di sepanjang jalan tol. Isinya terkait pemberitahuan soal perubahan tarif.

Selain itu, PT Margabumi bakal mengganti seluruh papan tarif di enam gerbang tol. Hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. ’’Proses pemasangan papan tarif baru masih berlangsung,” tambah Andjar.