•   Senin, 6 April 2020
Ekonomi NKRI

Tarif Taksi Online Bakal Ikut Naik

( words)
Taksi online sudah menjadi gaya hidup orang jaman sekarang.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, tarif ojek online (ojol) bakal mengalami kenaikan. Namun, kenaikan ini kemungkinan hanya terjadi di Jabodetabek.

Selain ojol, taksi online rupanya juga berpotensi mengalami kenaikan. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani mengatakan, kenaikan tarif merupakan usulan sopir atau driver. Pihaknya pun tengah melakukan pembahasan.

"Temen-temen mengusulkan naik, tapi kan saya belum bisa langsung menaikkan nunggu ada pendapat YLKI selaku pengguna temen-temen di situ," katanya, Minggu (9/2/2020).

Dia bilang, driver mengusulkan naik lantaran tarif taksi online tidak berubah selama 3 tahun. Hal itu juga ditambah dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Pertama sudah 3 tahun dari 2017. Mereka mengusulkan kenaikan dan beberapa komponen tarif misalnya BPJS dia menyampaikan begitu," paparnya.

Dia mengatakan, persoalan tarif ini baru pembahasan awal. Kemenhub juga akan meminta pandangan Yayasan Lembaga Kosumen Indonesia (YLKI) sebagai perwakilan dari masyarakat.

"Tapi kami masih membahas awal, belum bersama-sama YLKI kami juga sedang akan melakukan, melihat tingkat kemampuan dan kemauan masyarakat," tutupnya.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho menjelaskan jika tarif ojol naik. maka konsumen bisa mencari alternatif lain.

Namun untuk konsumen yang merasa sangat butuh, mau tidak mau pos pengeluaran harus ditambah. "Ya konsekuensinya mengurangi pos pengeluaran yang lain," kata Andy kemarin.

Dia mengungkapkan, cara lain yang dilakukan agar tetap berhemat adalah dengan cara melakukan isi ulang di akun dalam jumlah besar. Misalnya, sesuai perhitungan rata-rata berapa jumlah penggunaan selama seminggu atau satu bulan.

"Sehingga kita tidak perlu berkali-kali kena biaya transfer atau biaya isi ulang. Kemudian juga, harus rajin mengintip voucher diskon yang bisa dimanfaatkan, sehingga bisa mengurangi pengeluaran," jelas dia.

Namun, jika dirasa pengeluaran untuk ojol sudah terlalu besar, maka bisa beralih ke transportasi lain yang lebih hemat misalnya angkutan kota. "Walaupun dengan konsekuensi secara waktu tempuh mungkin akan jadi lebih lama," imbuh dia.dim

Berita Populer