Tarif Rp 3 Juta, Kawasan Prapanca Diduga Tempat Istri Simpanan

Menelisik Kos-Kosan Mahal di Surabaya

Kos-kosan bertarif mahal di kota Surabaya yang lokasinya di tengah kampung padat penduduk, memang eksklusif. Tak hanya bangunannya yang lebih megah dari rumah warga sekitar. Namun para penghuninya juga perlente. Dandanannya bak artis atau pengusaha, kendaraanya juga mobil keluaran baru. Namun siapa sangka, di dalam bilik kamar yang dipetak-petak itu diduga menjadi tempat prostitusi baru. Setidaknya tempat aman bagi pasangan selingkuh dan pasangan tak resmi lainnya. Apalagi pengelola kos pintar menyiasati dengan kerja sama aplikator penyedia layanan penginapan secaraonline seperti RedDorz dan OYO. Inikah modus baru?
-----------
Farid Akbar- Fauzan BCH
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Kos-kosan bebas dengan tarif mahal tak hanya ditemukan di sekitar bekas Dolly, seperti Dukuh Kupang hingga Petemon. TimSurabaya Pagi juga menemukan kos-kosan serupa di kawasan Jl. Prapanca, yang lokasinya dekat dengan Masjid Rahmat, salah satu masjid tua yang didirikan Sunan Ampel. Ironis memang.

Dari penelusuran yang dilakukan, didapati banyak kos-kosan bebas di kawasan sini. Mudahnya dalam perizinan tinggal menjadi celah. Sebab, untuk menjadi warga kos baru, cukup menyerahkan satu kartu identitas saja. Meski ia akan menghuni kos bersama pasangan tak resmi. Bahkan, pemilik kos ada yang tak meminta kartu identitas. Asal membayar kos, boleh melakukan apa saja.

"Di sini maksimal dua orang gak boleh lebih (dalam satu kamar). Untuk data yang diserahkan ke RT cukup satu KTP aja," ujar Darlin, salah satu penjaga kos di Jl. Prapanca yang ditemuiSurabaya Pagi, Senin (28/10/2019).

Selain itu tempat kos yang dia jaga memang kebanyakan pekerja kantor. Ada juga yang bekerja di tempat hiburan malam. Siapapun boleh bertamu asal tidak gaduh, agar tidak mengganggu penghuni kos lain. Padahal di pintu masuk kos terdapat tulisan batas bertamu 1x24 jam wajib lapor.

Namun sayang, peraturan tersebut hanyalah imbauan belaka. Darlin menjelaskan kepada TimSurabaya Pagi, apabila kos-kosan di wilayah ini memasang tarif sekitar Rp 2 juta, maka bisa dipastikan itu menjadi kos-kosan bebas.

Penjaga kos yang sudah bekerja selama tujuh tahun ini menambahkan kos-kosan di Jl. Prapanca dan sekitarnya, kebanyakan dihuni wanita yang kegiatannya malam hari. "Di sini banyak perempuan malam mas yang tinggal. Memang mahal, jadi kalau ada yangmbekingi ya tergantung laki-lakinya kuatmbayari apa enggak," cetus dia.

Selain itu, biaya kos yang mencapai Rp 2 juta per bulan ini belum termasuk iuran listrik dan air. Jika ditotal, sebulan biaya kos di sini sekitar Rp 3 juta per bulan. "Kalau laki-lakinya gaji cuma Rp 5-7 juta, nggak cukup buat biayai perempuannya (istri simpanan atau selingkuhan, red). Belum makannya juga," imbuh Darlin.

Di sebelah kos yang dijaga Darlin, Tim sebelumnya sudah bertanya kepada penjaga kos apakah ada kamar yang kosong. Namun penjaga menjelaskan bahwasanya kos yang dijaganya penuh, dan kebanyakan dihuni oleh perempuan. Berbeda pernyataan dengan Kholik penjaga kos no. 10 ini, Darlin menjelaskan penjaga kos di sebelahnya memang ruwet, pasalnya menurut penjelasan Darlin, Kholik hanya akan menerima penghuni kos perempuan saja. Apabila ada yang mencari kos dan laki-laki maka dia akan menjawab penuh, meskipun kamar kos yang berjumlah 22 kamar ini masih kosong banyak.

"Mas Kholik iku ruwet, sampeanharuse bilang buat temane cewek. Nanti lak disuruh lihat kamare," tukas dia.

Sebenarnya fasilitas yang ditawarkan kos-kosan yang memasang tarif mulai Rp 2 jutaan ini tidak jauh beda fasilitasnya dengan kos di daerah Petemon dan Dukuh Kupang. Selain dilengkapi pendingin ruangan (Ac/Air Conditioning), spring bad, almari, kamar mandi dalam hingga meja kamar.

Jaminan Aman
TimSurabaya Pagi kembali menelisik rumah kos bebas di kawasan Dukuh Kupang. Tim mendapati rumah kos cukup mewah 3 lantai. Rumah bercat kuning ini cukup mecolok. Rahmad, pemilik kos yang ditemui saat itu mengajak Tim untuk melihat kamar kosnya yang berada di lantai 2 dan 3. Sebab, menurut dia, ruangan di lantai 1 digunakan untuk hunian pribadi.

Akses memasuki kamar kos dengan menaiki tangga samping rumah. Hunian yang dalam pemugaran di bagian luar ini sisa 3 kamar yang kosong. Tim ditunjukan 3 kamarnya yang cukup luas. Fasilitas yang disediakan tidak beda dengan hunian kos sebelumnya yang pernah dikunjungi tim, seperti pendingin ruangan (AC), tempat tidur, lemari, kulkas, dan kamar mandi tersedia water heater.

Harga kos yang bisa dibilang cukup murah hanya di kisaran Rp 2,2 juta ini tidak dibebankan biaya listrik dan air, beda dengan kos lainnya. Rahmad menyebutkan persyaratan sangat mudah. Ketika tim bertanya ketika suami istri atau sendiri perlu mengumpulakan foto copy surat identitas, Rahmad mengatakan di tempatnya tidak perlu. “Pokoknya bayar kos aja sudah aman mas,” tandasnya.

Sinergi Online
Eko, anggota Satpol PP yang ditemui di Kecamatan Dukuh Pakis, mengakui jika banyak pasangan di luar nikah yang tinggal di kos-kosan di kawasan Dukuh Kupang. Selain itu juga sering ditemukannya pasangan nikah siri yang tidak dapat melihatkan identitas mereka dan keabsahan mereka menikah. “Jika ditemukan seperti ini langsung kita tindak,” kata Eko.

Eko juga mengakui bahwa banyak hunian rumah kos yang berubah menjadi hunian hotel sepertiReddorz dan OYO. Menurut Eko perubahan tersebut memberi kemudahan pemilik kos mendapatkan tamu dengan menyewakan harian.

Dengan adanya banyak perubahan tersebut pihaknya melakukan sidak. Harapannya, agar pemilik kos tersebut mengurus surat izin perubahan karena sudah di atur dalam perwali No 79 tahun 2018, yang mengatur Tata cara Penyelenggaraan Usaha Pemondokan. n