•   Selasa, 7 April 2020
Otonomi Daerah

Tari Kuda Lumping Meriahkan Harmoni Fair 2019

( words)


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Tarian Kuda Lumping asli Kota Kediri meriahkan panggung Harmoni Fair 2019 yang berada di depan Gedung Olah Raga (GOR) Jaya Baya Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Minggu (22/9/2019). Acara yang diadakan Disbudparpora Kota Kediri itu digelar sebagai upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya asli Kota Kediri.

Sebanyak 40 penari memperagakan beberapa tarian seperti Tari Kepang, Tari Ganongan, Perang Celeng dan Perang Rampokan.

Yati, koordinator Kuda Lumping Wahyu Krida mengatakan, dalam festival harmoni fair 2019 ini pihaknya menampilkan sejumlah pilihan mulai dari pagi hingga sore hari. "Tadi kita mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB," jelasnya.

Untuk menyemarakkan acara itu, ia juga mengundang 40 seniman tari untuk ikut berkolaborasi dalam pagelaran tersebut. "Para seniman tari se kota kediri juga ikut diundang oleh Pemerintah Kota Kediri untuk ikut meramaikan acara ini. Tujuannya untuk melestarikan budaya agar tetap eksis," katanya.

Banyak seniman berbagai kalangan hingga latar belakang ikut berpartisipasi mulai dari anak-anak, pelajar, petani, karyawan swasta, hingga buruh pabrik. “Seni bisa mengguyubkan semua kalangan. Ini menjadi sarana melestarikan seni tradisi. Harapannya, anak-anak, agar senantiasa terus mengenal budaya,” ungkap Yati.

Sementara itu, Nur Mukhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri mengatakan, pihaknya sengaja menyisipkan tari kuda lumping di acara Harmoni Fair 2019 untuk menarik para wisatawan yang hadir dalam acara tersebut.

"Harmoni fair ini akan banyak mendatangkan pengunjung dari luar kota. Untuk menambah pendatang kita sengaja mendatangkan para seniman tari ini." ujarnya.

Tak hanya itu, lewat pagelaran yang sama diharapkan masyarakat untuk tetap mempertahankan eksistensi dalam bahasa lokal yang saat ini mulai minim peminat.

"Yang tak kalah penting dari itu, kita harus menguri-uri budaya dan mengajarkan kepada anak cucu kita agar mau mengenal budaya," pungkasnya. can

Berita Populer