•   Minggu, 23 Februari 2020
Surabaya

Tanggapi Keluhan Pedagang, Ketua DPRD Sidak Pasar Tunjungan

( words)
Ketua DPRD Kota Surabaya Ir. Armuji melakukan sidak ke Pasar Tunjungan bersama anggota Komisi A DPRD Surabaya Budi Laksono.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menanggapi keluhan pedagang Pasar Tunjungan yang mangkrak selama puluhan tahun, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Ir. Armudji turun langsung mengecek lokasi. Sebagai wakil rakyat, Armuji mendengar langsung keluhan para pedagang yang berada di pasar legendaris tersebut.

Armuji menyayangkan mati surinya Pasar Tunjungan. Padahal, menurut dia, pasar tersebut merupakan asset berharga bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, lokasi pasar tersebut berada di pusat kota yang kaya akan potensi, mulai dari aspek bisnis, perkantoran, dan lokasinya yang strategis.

Politisi PDIP ini mengatakan kalau tidak segera di lakukan revitalisasi, pedagang akan semakin banyak yang rugi. Sebab setiap bulannya harus membayar uang retribusi dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “Kalau tidak segera dibenahi, iki eman. Padahal lokasinya strategis, pasar ini juga tidak bermasalah bahkan legal. Diharapkan Bu Wali Kota Tri Rismaharini bisa melakukannya di akhir jabatan dengan trobosan baru,” tutur Armuji saat dijumpai di Pasar Tunjungan, Rabu (16/1/2019).

Pria yang akrab disapa Cak Ji ini menerangkan, jika pasar tersebut dikelola dengan baik, tentunya akan menjadi daya tarik warga Surabaya untuk berbisnis di pasar tersebut. Terlebih ke depannya Pasar Tunjungan bisa menjadi lahan untuk berinvestasi.

Armuji menegaskan sekali lagi, Pasar Tunjungan yang sudah lama mangkrak dan tak terawat ini bisa segera dilakukan pembenahan. Karena sudah berganti wali kota berkali-kali namun hingga kini tidak pernah disentuh oleh Pemkot.

Kondisi pasar yang gelap, kumuh, bahkan di bagian langit-langit atap gedung banyak yang bocor dan ngerembes air ketika hujan. Itu terlihat di lantai dua dan tiga. “Itu coba dilihat gelap kotor gitu koyok omah hantu. Banjir kabeh (banjir semua), itu harus dibenahi kan kasihan yang masih berjualan di lanntai dasar kena banjir juga,” tandas Cak Ji.

Jika memang perusahaan plat merah PD Pasar Surya tidak memiliki anggaran yang cukup, maka menurut Armuji, revitalisasi bisa dilakukan dengan menggandeng CSR atau kerjasama resmi investasi agar pasar ini tidak mangkrak seperti sekarang. “Saya mendukung kalau ada pihak ketiga yang mau kerjasama. Kita akan sampaikan ke Bu Risma supaya pasar ini bisa tersentuh. Terutama sekarang akhir masa jabatan Bu Risma kurang dua tahun saya harap bisa merepresentasikan seperti kawasan ini seperti dulu kala,” katanya.

Menurut Armuji, ini akan sejalan dengan program wali kota yang rutin menggelar kegiatan Mlaku Mlaku Nang Tunjungan setiap sebulan sekali. Dia memiliki pendapat, jika pasar ini direvitalisasi dijamin bakal banyak yang berminat lagi untuk berdagang di pasar tersebut.

“Bila perlu ini bangunannya dirobohkan, lalu dibangun kembali dibagusin kembali. Dijamin lah pasti banyak yang mau berdagang di sini, saya berani taruhan dengan pihak PD Pasar Surya,” tegas Armuji.

Ia menambahkan, Pasar Tunjungan juga bisa dijadikan pusat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pelaku UMKM juga bisa memamerkan produk-produknya di pasar tersebut setelah dilakukan revitalisasi. “Coba deh, ini di buat seperti itu. Paling tidak mirip bangunan di depannya, di tunjungan plaza,” tandasnya. (Adv/Alq)

Pedagang Desak Pemkot Segera Revitalisasi Pasar Tunjungan

Wakil Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) Jalil Hakim memohon Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak hanya mempersolek kota di luarnya saja. Tapi fakta di dalamnya kumuh, salah satunya Pasar Tunjungan yang diabaikan dan dibiarkan mengalami rusak berat. “Ini merugikan pedagang. Karena biarpun tidak jualan tetap ditarik retribusi,” ujarnya, Rabu (16/1) lalu.

Jalil tidak mempermasalahkan jika revitalisasi Pasar Tunjungan melibatkan pihak ketiga. Namun, pedagang juga diajak bicara dalam prosesnya karena para pedagang ini juga memiliki hak pakai seumur hidup.

Jalil menilai, pasar yang dulunya pernah menjadi penghidupan sehari-hari sudah tidak layak di gunakan untuk berdagang. Mereka juga mengancam akan gugat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan PD Pasar Surya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), jika revitalisasi tidak segera dilaksanakan.

Ia juga meminta, selama proses revitalisasi, pihak pedagang dan pemilik stan pasar Tunjungan, agar tidak dibebani retribusi. Jalil juga mempersoalkan surat yang keluar dari PD Pasar Surya, nomor SU-994/01/III/2018 tentang Pemberitahuan Pengenaan PPN yang menurut para pedagang dan pemilik stan pasar Tunjungan dinilai semena-mena.

Pasar ikonik dengan luasan 1,2 hektare ini kondisinya mati. Listrik mati, eskalator mandek, atap bocor, dan debu dimana-mana. Kondisi seperti itu, sudah dialami bertahun-tahun oleh pemilik stan. Dari tiga lantai yang ada di Pasar Tunjungan ini, hanya ada sekitar 6 stan kios yang bertahan.

“Kami harap suara kami bisa didengar oleh Pemkot, agar pasar ini bisa beroperasi kembali dan mengulang di masa kejayaannya puluhan tahun lalu. Sayang sekali kalau mati pasar ini, padahal lokasinya strategis,” tutupnya. (Adv/Alq)

Berita Populer