Tangani Covid -19, Lamongan Siapkan Rp 36 Miliar Untuk Keperluan Medis

SURABAYA PAGI, Lamongan - Sebagai daerah yang masuk zona merah karena jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) terus meningkat, bahkan sudah ada 16 warga yang dinyatakan positif dari hasil rapid test, Pemkab Lamongan telah mengalokasikan anggaran Rp 36 Miliar khusus untuk keperluan medis.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lamongan H. Fadeli saat berbincang dengan awak media, Minggu (5/4/2020), seputar perkembangan penanganan, pencegahan penyebaran covid-19 di Lamongan, hingga penanganan pasien yang sudah dinyatakan positif dari hasil rapid test.

Dalam hal penanganan, penanggulangan, hingga pencegahan Pemkab Lamongan mengaku serius, bahkan anggaran yang digelontorkan untuk penanganan medis mencapai angka Rp 36 miliar.

"Ini terkait dengan kemanusiaan, kita tidak main-main dalam melakukan segala upaya untuk memutus penyebaran covid-19, salah satunya menyiapkan anggaran, dan anggaran yang kita siapkan Rp 36 miliar khusus untuk keperluan medis," terang Fadeli didampingi jajarannya.

Disebutkan olehnya, anggaran itu nantinya akan digunakan untuk keperluan medis, mulai dari penanganan tehadap pasien baik orang yang dalam pantauan (ODP), maupun Pasien Dalam Pantauan (PDP), hingga masyarakat yang dinyatakan positif sesuai hasil rapid test atau hasil swab.

Selain itu, anggan ini juga untuk keperluan membeli alat medis, termasuk alat untuk bisa ngecek hasil lab positif atau tidak semacam AB yang bisa sekali ngecek bisa ribuan orang. Dan aggaran membeli obat, membeli alat pelindung diri (APD), dan urusan medis lainnya.

Semoga kata Fadeli, dengan sigapnya Pemkab Lamongan yang telah menganggarkan untuk keperluan medis ini, masyarakat bisa terlayani dengan baik, dan penyebaran covid-19 bisa diminimalisir dan diharapkan yang dinyatakan positif setelah hasil rapid test bisa sembuh seperti sedia kala.

"Kalau anggaran tersedia seperti ini, sudah tidak ada lagi alasan apapun bagi tenaga medis, karena keperluan untuk penanganan dan pecegahan covid-19 sudah kita sipkan anggaran," ungkap Fadeli.

Sementara itu, hingga Minggu (5/4/2020) sore warga Lamongan yang sudah dinyatakan positif setelah hasil rapid test sejumlah 16 orang. Terhadap warga yang sudah dinyatakan positif ini, pihak Lamongan masih menunggu kepastian dari hasil Lab swab dari Kemenkes RI, mereka itu positif terkena virus covid-19 atau tidak.

"Kita tidak punya kewenangan untuk menyampaikan itu, hanya saja dari hasil Rapid Test ada 16 warga Lamongan dinyatakan positif, tapi untuk memastikan mereka terkena covid-19 kita tunggu hasil laboratorium Swab dari Kementerian Kesehatan," pungkasnya.jir