•   Minggu, 23 Februari 2020
SGML

Tanaman Kayu Putih Diperluas

( words)
Mada Yuwono Hadhi, Wakil Administratur KPH Mojokerto Timur.


SURABAYA PAGI, Lamongan - Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Mojokerto terus melakukan perluasan untuk tanaman jenis Kayu Putih di Hutan yang ada di wilayah Lamongan. Pasalnya, tanaman ini dianggap cukup ekonomis apalagi pengelolaanya untuk penyulingan dilakukan sendiri oleh Perhutani.

Perluasan tanaman Kayu Putih ini seperti disampaikan oleh Mada Yuwono Hadhi, Wakil Administratur KPH Mojokerto Timur Jum’at (2/11/2018). Ia menyebutkan, tanaman jenis Kayu Putih ini memang belum banyak di Lamongan, namun perlahan pihaknya terus melakukan perluasan area.
Saat ini lanjutnya, di Lamongan sudah ada sekitar 8 ribu hektar tanaman Kayu Putih, yang tersebar di Hutan Mantup, Bluluk, Ngimbang, Sambeng, Bluluk, Modo.
"Kita akan fokus terus untuk memperluas tanaman bahan minyak kayu putih ini,"ujaranya.
Perluasan tanaman ini digenjot, lantaran Perhutani sudah mempunyai pabrik penyulingan di Dawar Mojokerto, bahkan pabrik serupa di beberapa daerah juga mulai diwujudkan."Kalau pabrik penyulingan sudah ada otomatis bahan bakunya harus diperbanyak,"terangnya.
Untuk mewujudkan perluasan area tanaman kayu putih itu tambah Mada, pihaknya akan bergandengan tangan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), untuk didorong agar bisa bersama-sama menanam kayu putih."Iya kita libatkan LMDH,"katanya.
Apalagi memang sebelumnya ada usulan kalau tanaman minyak kayu putih itu pengelolaannya ditangani lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) mulai memanen daun, menyetorkan ke perusahaan dengan sistem bagi hasil dengan Perhutani.
Hanya saja pemasaran minyak kayu putih yang dihasilkan tetap disetorkan kepada Perhutani tidak bisa langsung dijual sendiri oleh LMDH.
Sementara itu, tanaman kayu putih ini awalnya ditanam di wilayah Hutan di Kemlagi Mojokerto, bahkan tanaman ini sudah ada sejak dulu. Dan pada 2007 lalu mulai diperluas areanya hingga saat ini.
Tanaman kayu putih sendiri tambah Mada, bisa dipanen minimal umur 9 bulan, dan kedepanya diharapkan ada teknologi baru sehingga panennya sudah tidak lagi menunggu lama, agar masyarakat bisa ikut menanam tanaman yang cukup bermanfaat ini.
"Sementara panen setahun sekali, ya minimal umurnya 9 bulan itu, semoga kedepanya ada teknologi baru yang bisa mempercepat tumbuhnya kayu putih dan panen lebih cepat,"harapnya.jir

Berita Populer