Plaza Peninggalan Mantan Bupati Masfuk Ini Hanya S

Tak Memenuhi Ekspektasi, Lamongan Plaza Segera Dirubah Menjadi Pusat Hibura

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Keberadaan Lamongan Plaza yang diharapkan mampu membangkitkan gairah perekonomian masyarakat ternyata hanya isapan jempol belaka. Buktinya sejak enam tahun beroperasi, ratusan stan ditinggalkan pemiliknya, bahkan sebagian besar sudah dikembalikan ke PD Pasar.
Alhasil, Lamongan Plaza peninggalan mantan Bupati Masfuk ini sejak beroperasi pada Agustus 2011 lalu itu, menjadi pembicaraan masyarakat Lamongan, karena investasi uang APBD yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan tidak berbanding lurus, belum lagi pemerintah dibebani mengembalikan uang ke pedagang yang sudah mengembalikan stand/kios ke PD Pasar.
Selain itu, teryata hingga saat ini Lamongan Plaza hanya menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 360 juta setiap tahunya, dari menyewakan Lamongan Plaza untuk penjualan muebeler, reklame, parkir, dan listrik.
"Meski sepi seperti ini Lamongan Plaza tetap menyumbang PAD ke Pemerintah Daerah, meski baru Rp 360 juta, itupun sudah memenuhi target dengan kondisi Plaza seperti ini," kata Kepala UPT lamongan Plaza, Riyanto Selasa (16/1/2018).
Berbagai upaya lanjut Riyanto dilakukan Pemkab melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar belum membuahkan hasil. Bahkan ada stan yang sama sekali tidak dilirik, tepatnya di lantai dua. Sedang lantai satu sempat ada satu stan yang buka dari total 54 stan, meski sekarang sudah tutup, sedangkan lantai dua tidak satupun stan terjual dari total 52 unit stan.
Upaya PD Pasar untuk menghidupkan pusat perbelanjaan modern tambah dia, itu sudah tidak kepalang tanggung. Ritel-ritel terkemuka banyak dilamar. Bahkan Ramayana yang menempati Lamongan Plaza pada pertengahan 2013 hingga akhir 2014, hengkang karena sepi pembeli, begitu juga departement store Takashimura juga harus meninggalkan tidak melanjutkan penyewaan karena sepinya pembeli.
Grand opening Lamongan Plaza sejak Agustus 2011 hingga kini tidak menunjukkan kemajuan signifikan. Berbagai promosi diterapkan dengan menggelar event, tetap tidak mampu mendongkrak pengunjung.
Lamongan Plaza hanya dimanfaatkan pengunjung numpang lewat dari lahan parkir di belakang. Dan terakhir, dibangunnya KFC yang menempati lahan parkir di depan Lamongan Plaza, tidak menunjukkan pergerakan apapun. Padahal, Lamongan Plaza dibangun dengan dana Rp 63 miliar multi year tahun 2008, 2009 dan 2010.
Berangkat dari itulah tambah Riyanto, Pemerintah daerah berfikir keras bagaimana meramaikan Lamongan Plaza ini, dengan melakukan kajian, dan mendengarkan berbagai usulan dari masyarakat hingga kalangan legislatif Lamongan.
Dari hasil kajian mendalam bahkan survey ke masyarakat, ternyata banyak yang mengusulkan agar Lamongan Plaza ini dijadikan lokasi hiburan keluarga, karena memang hiburan keluarga di Lamongan masih sangat minim. "Iya memang karena sudah banyak ditawarkan ke ritel-ritel banyak yang menolak, karena kurang luas standar ritel, sehingga akan dimanfaatkan menjadi pusat hiburan keluarga, ini semua sudah melalui kajian yang mendalam," ujarnya.
Keseriusan Pemkab Lamongan untuk mengelola Lamongan Plaza menjadi profit itu, lanjutnya, ditunjukan dengan menempatkan orang profesional sebagai Dirut PD pasar yang juga membawahi dan mengurusi Lamongan Plaza. "Ini sebagai bentuk keseriusan Pemkab adanya Dirut PD pasar sekarang baru dan berasal dari kalangan profesional, yang diharapkan bisa menjadikan Lamongan Plaza menjadi pusat keramaian," harapnya.
Terpisah Dirut PD Pasar Hendy Mustofa saat dikonfirmasi membenarkan kalau Lamongan Plaza ini akan ditata sedemikian rupa menjadi pusat hiburan keluarga bukan hiburan negatif, salah satunya hiburan film bioskop dengan menggandeng investor.
Selain bioskop, pihaknya juga akan menjadikan Lamongan Plaza menyajikan permainan anak, kuliner, tempat IT center yang bisa merubah wajah dari awalnya sepi menjadi ramai. "Tempat hiburan ini harus menjadi destinasi orang Lamongan untuk keluarga, supaya warga Lamongan tidak perlu kemana-mana mencari hiburan, setelah di daerahnya ada, "kata pria asal Sidoarjo yang baru dilantik pada awal Januari beberapa hari yang lalu.
Ia bukan berarti melarang warga Lamongan pergi ke luar kota, hanya saja ketika tujuannya sama mencari hiburan keluarga, ya tentu ia berharap warga menjatuhkan pilihanya ke Lamongan Plaza. "Kalau di Lamongan sudah ada hiburan untuk keluarga, ya di Lamongan saja, kan ikut nyumbang PAD," terangnya.