Tak Leluasa Bertemu NU dan Muhammadiyah, Gus Ipul Mengeluh

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Calon gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengeluhkan merasa tak lagi leluasa untuk bertemu atau bersilaturahmi dengan para tokoh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Gus Ipul merasa ada sesuatu yang menghalangi saat dia ingin bersilaturahmi dengan petinggi atau pun kader dua organisasi keagamaan itu. Hal aneh yang membuatnya kikuk adalah aturan sebagai calon gubernur.
Selama hampir sepuluh tahun menjadi wakil gubernur Jawa Timur, Gus Ipul merasa biasa saja ketika bertemu dengan kader NU atau Muhammadiyah. Namun sekarang justru dibatasi saat statusnya hanya sebagai calon.
"Saya jadi makhluk aneh mau salaman dengan tokoh NU tidak bisa, dengan tokoh Muhammadiyah juga tidak bisa. Jadi malah aneh, malah bingung semua," katanya saat meminta doa restu dan dukungan kepada warga Muhammadiyah di Malang pada Rabu, 2 Mei 2018.
Dia bahkan merasa kasihan dengan tuan rumah yang mengundangnya dalam suatu acara, karena tidak bisa leluasa berkomunikasi. "Bahkan (bertemu) ke takmir masjid saja bingung. Tuan rumahnya kasihan, kandidatnya juga kasihan," ujarnya.
Gus Ipul merasa kikuk saat menjadi calon gubernur. Sebab, aktivitas masuk-keluar kantor NU maupun Muhammadiyah yang biasa ia lakukan menjadi terhalang karena aturan.
"Sulit mendekatkan karena ada aturan, kita jadi aneh. Sejak jadi calon ada aturan-aturan yang seperti aneh. Biasanya keluar masuk ke kantor Muhammadiyah atau ke kantor NU, kan, enak, tapi dengan adanya sebagai calon justru membuat kikuk," ujarnya.
Minta dukungan
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul bersilaturahmi dengan warga Muhammadiyah di Taman Rekreasi Sengkaling. Dia terang-terangan meminta doa restu dan dukungan kepada keluarga besar Muhammadiyah di Jawa Timur.

"Saya memang datang meminta doa restu. Kami dengan keluarga besar Muhammadiyah Jawa Timur bukan sekali ini saja. Sembilan tahun saya menjabat (Wakil Gubernur Jawa Timur) setiap tahun saya sowan berkunjung ke keluarga besar Muhammadiyah, mulai dari provinsi maupun kota/kabupaten," katanya.
Gus Ipul adalah tokoh NU, bahkan kini menjabat salah satu ketua pada Pengurus Besar NU. Ia mengaku dekat dengan Muhammadiyah sejak lama. Begitu juga dengan organisas-organisasi otonom di bawah Muhammadiyah, seperti Aisiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci, dan lain-lain.
Langkah Gus Ipul mendekati warga Muhammadiyah bisa memengaruhi dukungan kader PAN, karena partai itu mendukung rivalnya, Khofifah Indar Parawansa. PAN selama ini dikenal identik dengan warga Muhammadiyah.