•   Minggu, 15 Desember 2019
Otonomi Daerah

Tak Dilibatkan Bahas Mutasi, Wabup Nur Ahmad Tolak Hadiri Pelantikan Pejabat Sidoarjo

( words)
Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Mutasi sejumlah pejabat struktural Pemkab Sidoarjo menuai masalah. Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat) Pemkab Sidoarjo sudah tidak memerlukan Wakil Bupati lagi dalam mutasi pejabat yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (20/11/2019). Pasalnya Wabup Nur Achmad Saifudin sama sekali tidak diajak koordinasi untuk membahas mutasi.
Baperjakat yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Zaini memutuskan mutasi pejabat Pemkab Sidoarjo tanpa melibatkan Wabup Nur Ahmad Syaifuddin selaku kordinator Baperjakat. Lalu untuk apa ada koordinator Baperjakat, kalau tidak dianggap. Selain itu, di struktur organisasi Pemkab Sidoarjo, Wabup merupakan orang kedua di Pemkab Sidoarjo.

Baca juga :Tak Dilibatkan Bahas Mutasi, Wabup Nur Ahmad Tolak Hadiri Pelantikan Pejabat Sidoarjo
Wabup Nur Ahmad Saifuddin mengakui kalau tidak diberitahu atau diajak bicara terkait mutasi pejabat ini. Karena itulah, dia yakin sistem mutasi pejabat yang dilakukan Baperjakat Pemkab Sidoarjo, sudah tidak sehat lagi. Bahkan bisa dikatakan tidak elok dan tak etis.
Sebagai kordinator, Wabup berwenang memberi masukan proses mutasi pejabat yang akan digeser. “Saya ini selalu koordinator Baperjakat harus diperhatikan. Kalau posisi saya sebagai pengarah, maka saya tidak berhak berbicara,” tutur Wabup Nur Ahmad Syaifuddin SH sebelum pelantikan pejabat digelar, Rabu (20/11/2019).
Menurut Wabup Nur Ahmad, pihaknya sebenarnya sudah mengklarifikasi dan komunikasi dengan sekretaris Baperjakat yakni Ridho Prasetyo selaku Kepala BKD Sidoarjo. Saat dikonfirmasi itu, ternyata Ridho tidak bisa menjawab selain berkata ‘siap’.
Wabup berpendapat Baperjakat sudah sangat tidak etis dan tidak elok. Posisi Wabup sebagai kordinator Baperjakat sepertinya sudah tidak dianggap lagi.
Padahal, pada mutasi pejabat sebelumnya Baperjakat selalu melibatkan Wabup. “Kalau dulu setiap mau mutasi selalu ada rapat bahkan rapatnya sampai beberapa kali,” tegas Wabup.
Wabup Nur Ahmad menambahkan, dia sudah bilang ke sekretaris Baperjakat tapi tidak ada tindaklanjut. “Saya tunggu sampai semalam untuk melakukan kordinasi, tapi tetep tidak ada kordinasi,” pungkasnya.
Karena itulah, wajar sebagai bentuk protes agar Baperjakat tidak lagi semaunya sendiri, Wabup Nur Ahmad memutuskan tidak akan datang dalam pelantikan pejabat struktural di Pendopo Delta Wibawa yang dipimpin Bupati Saiful Ilah. sg

Baca juga :Tuntut Upah Sesuai UMK, Puluhan Buruh Unjuk Rasa di Disnakertrans Jombang

Berita Populer