•   Rabu, 1 April 2020
Pilpres 2019

Survei LSI, Jokowi Masih Ungguli Prabowo

( words)
Foto : Pertemuan LSI


SURABAYAPAGI.com - Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul dari Prabowo-Sandiaga. Survei ini dilakukan pasca debat pertama yang dilaksanakan pada 17 Januari 2019.

"Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 54,8 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,0 persen. Sementara, yang masih belum memutuskan atau rahasia maupun tidak tahu dan tidak jawab sebesar 14,2 persen," kata Peneliti Senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, saat memaparkan hasil survei tentang pengaruh elektabilitas capres-cawapres pascadebat, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (30/1).

Namun, debat itu tidak memberikan efek secara signifikan terhadap elektoral kedua pasangan calon, baik Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi. "Hal ini dikarenakan kecilnya pemilih yang mengubah pilihannya setelah menonton debat pertama," katanya.

Menurut Adjie, jika berkaca pada hasil survei LSI Desember 2018, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,8 persen, Prabowo-Sandiaga 30,6 persen, dan tidak memilih atau menjawab 15,2 persen. "Pasca debat kenaikan elektabilitas masing-masing paslon tidak signifikan. Jokowi-Ma’ruf naik 0,6 persen, dan Prabowo-Sandiaga naik 0,4 persen. Jadi tidak banyak berefek, karena angkanya cenderung sama," jelasnya.

Faktor lainnya, karena dari responden yang ada, hanya 50,6 persen menyatakan menonton, 46,7 persen tak menonton, dan tidak menjawab 2,7 persen. "Sedangkan yang menonton secara utuh hanya 29,6 persen. Yang hanya menonton sebagian saja 69,9 persen. Tidak tahu atau tidak jawab 0,5 persen. Sehingga, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih stabil menang, dibandingkan Prabowo-Sandiaga," tuturnya.

Kalau dilihat hasil surveinya yang dilakukan 18-25 Januari 2019 terhadap 1.200 responden itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan selisih sekitar 20 persen. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah 1.200 responden.

Survei menggunakan wawancara tatap muka dengan kuesioner, dan margin of errornya +- 2,8 persen.

Berita Populer