Suroboyo Bus Bermasalah, DPRD Tegur Pemkot

SURABAYPAGI.com, Surabaya - DPRD Kota Surabaya, meminta pembayaran tiket untuk bisa naik salah satu moda transportasi umum berupa Suroboyo Bus yang sudah beroperasi beberapa bulan lalu sesuai prosedur yang ada. Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan selama ini pembayaran tiket untuk bisa naik Suroboyo Bus menggunakan botol plastik untuk ditukar dengan tiket.
"Tapi kami menemukan adanya pelanggaran sistem pembayaran. Ternyata pembayaran selain menggunakan botol plastik, juga bisa menggunakan uang tunai," kata Armuji, Senin (1/10),
Hal ini ditemukan Armuji pada saat dirinya mencoba naik Suroboyo Bus dari dengan menggunakan pembayaran tiket botol plastik dari depan rumah dinasnya di Jalan Porong menuju Urip Sumoharjo. "Saya tanya kru Bus Suroboyo kalau ada penumpang yang tidak bawa botol plastik apakah boleh naik Bus Suroboyo ini. Ternyata dari kru membolehkan menggunakan uang untuk ditukar tiket aslinya. Mestinya ini tidak boleh," ungkapnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta agar pengoperasian Suroboyo Bus ini dievaluasi. Hanya saja, Pemkot Surabaya terlanjur menambah 10 armada Suroboyo Bus yang kini sudah diproses.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengimbau agar setiap pelanggaran yang ditemukan terkait operasional Suroboyo Bus dapat langsung dilaporkan. Namun demikian, lanjut dia, secara pribadi, dirinya belum pernah menemukan adanya pelanggaran terkait prosedur tersebut. "Kalau ada kejadian seperti itu dilaporkan saja, karena selama prosedurnya hanya menggunakan sampah botol plastik," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan kehadiran Suroboyo Bus diharapkan mampu mengurangi volume kendaraan di Surabaya. Saat ini, menurut Risma, volume kendaraan di Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun. "Oleh karena itu, transportasi massal merupakan alternatif yang dinilai tepat mengurangi kepadatan kendaraan," kata Risma.
Selain mengatasi kemacetan, Risma juga menuturkan bahwa Bus Suroboyo bermanfaat untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Surabaya karena penumpang tidak perlu membayar dengan uang, melainkan sampah plastik.
"Bagi penumpang yang akan naik harus membawa 5 botol ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek) dan kemasan plastik," ujar Risma. n alq