Hujan 2 Jam, Banjir di Mana-mana. Bahkan, Perumaha

Surabaya Tenggelam, 1 Tewas

Prila Sherly, Firman Rachman, Alqomar
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Banjir di Surabaya barat yang menenggelamkan perumahan elite Citraland pada 24 Februari 2016 silam, kembali terulang. Saat itu ketinggian banjir mencapai 1 meter, menyebabkan banyak mobil terjebak. Tiga tahun berselang, tepatnya Kamis (31/1/2019) kemarin, Citraland kembali mengalami banjir parah. Jalanan seperti sungai. Tak hanya mobil-mobil yang tenggelam, tapi air juga memasuki sejumlah rumah warga. Selain Citraland, banjir juga terjadi di wilayah lain kawasan barat Surabaya. Padahal, hujan deras yang mengguyur kota Surabaya hanya berlangsung sekitar dua jam. Sedang puncak musim hujan, berdasar data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Februari ini.
-------

Dari data yang dihimpun Surabaya Pagi hingga pukul 19.30 Wib, genangan air dengan ketinggian 50 centimeter-1 meter tak hanya terjadi di Citraland. Daerah sekitar perumahan elit itu juga tergenang. Di antaranya, Lidah Wetan, Lontar, Lidah Kulon, dan Lakarsantri.
Kemudian kawasan Tanjungsari, Sukomanunggal, Simo dan Darmo Satelit juga tergenang banjir. Kawasan tersebut merupakan langganan banjir di Surabaya barat. Menurut warga, banjir parah selalu terjadi setiap musim hujan. Namun kali ini, banjir yang terjadi termasuk paling parah. “Banjir di Citraland paling parah, sampai se spion mobil,” ujar Raden, warga Lidah Kulon.
Sementara pantauan di media sosial, banyak warga yang melaporkan banjir di sekitar tempat tinggalnya. Kawasan Citraland dikatakan wilayah terparah yang dilanda banjir. Taman Puspa Raya blok B, terlihat air sudah setinggi kap mobil.
Begitu juga di Jalan Wisma Lidah Kulon dan wilayah Lakarsantri yang juga dilanda banjir hingga betis orang dewasa. "Jl raya Wisma lidah kulon...banjir setengah betis ...banyak motor mogok...sementara hindari jl raya wisma lidah kulon," tulis Dian Tri Hadi.

Di daerah Surabaya Barat yang lain yang juga ditimpa banjir yaitu di wilayah pertigaan Menganti, Driyorejo dan Wiyung. Banjir ini menyebabkan arus lalu lintas terhambat dan menyebabkan kemacetan. Begitu juga di daerah Dukuh Kupang Barat. Akibat kejadian ini, banyak pengendara sepeda motor yang memutar balik hingga berlainan arah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Pemkot Surabaya Eddy Christianto membenarkan banjir yang terjadi di Surabaya barat.

"Iya, tadi sempat ada luapan air di sejumlah kawasan di Surabaya barat, tapi sekarang sudah surut. Begitu juga dengan sungai yang sempat meluap sudah surut," kata Eddy Christianto, semalam.
Hujan yang turun selama kurang lebih dua jam tersebut menimbulkan genangan du sejumlah wilayah, mulai di kawasan sekitar perumahan elit seperti di Citraland, Lontar, Lidah Kulon, Manukan, Darmo Satelit, dan Sukomanunggal.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, yaitu Dinas PU Bina Marga dan Pematusan untuk segera melakukan penanganan, baik itu pemeliharaan saluran maupun pengerukan sungai yang terdekat di wilayah yang terkena banjir.
**foto**
Anak Tenggelam
Atas kejadian tersebut, lanjut Eddy, ada seorang anak di kawasan Bukit Bali, Lakarsantri, di Surabaya Barat yang tenggelam akibat kepleset saat berada di dekat saluran air. Anak tersebut terseret aliran air yang menuju Sungai Kali Makmur. Sejumlah petugas dari Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satpol PP maupun Dians Pemadam Kebarakan (PMK) Kota Surabaya melakukan pencairan anak tersebut.
Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 20.10 WIB, anak tersebut ditemukan. Korban tewas anak laki-laki berusia 13 tahun yang terseret arus di kawasan Cluster Bukit Bali Citraland. Korban diketahui bernama Daniel Marda Richard Calvin, siswa kelas 1 SMP YPPK Wiyung. Korban kemudian dibawa ke rumah duka di Perum Palm Pertiwi AT No 9 Menganti Gresik.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Dwi Hery mengatakan, kronologi kejadian saat seorang ayah Johanes Markus (44) membonceng dua anaknya melintasi kawasan Bukit Bali. Namun karena arus banjir sangat deras, motor yang dikendarai Markus mogok. Lalu, saat Markus mendorong motor sekitar 10 meter, dua anaknya bermain air di dekat parit yang telah meluber ke jalan.
"Dua anaknya bermain kapal-kapalan dari stereofoam," ujarnya di lokasi.
Karena kondisi debit air di parit penuh tertutup banjir, mereka kemudian terpeleset ke parit dan terbawa arus yang deras. Satu anak berhasil diselamatkan oleh seorang warga dan satu lagi baru saja ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
**foto**
Rumah Ambruk
Sementara itu, sebuah rumah di Jalan Kapasari No. 48, Kecamatan Genteng, Surabaya, ambruk. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wib tepat setelah hujan deras mengguyur Kota Surabaya, Kamis (31/1/2019). Bangunan yang roboh itu digunakan untuk klinik dan praktek dokter.
Reruntuhan bangunan itu menimpa sebuah mobil Toyota Innova bernopol L 1868 QZ hingga beberapa bagiannya rusak termasuk kaca bagian depan. Petugas kepolisian dari Polsek Genteng, Satpol PP dan Linmas Surabaya datang ke lokasi untuk mengamankan dan mengatur lalu lintas. Polisi juga sudah memasang garis polisi di lokasi.
Menurut warga, sebelum kejadian terdengar suara gemuruh. Tak lama kemudian, terdengar suara gubrak dan bangunan runtuh. “Rumah itu dihuni dokter bernama Soetamto Wibowo dan dijadikan klinik,” jelasnya.
**foto**
Peringatan BMKG
Musim hujan masih akan terus berlangsung hingga pertengahan tahun 2019 sekitar bulan Mei hingga Juli. Namun puncaknya akan terjadi di awal Februari ini. “Dalam 3 hari ke depan Surabaya masih berpotensi untuk diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Pagi hingga siang kebanyakan akan cerah berawan, sedangkan sore hingga malam hari sangat berpotensi hujan," kata Nur Huda, Kepala BMKG Juanda, Kamis (31/1) kemarin.
Selain hujan, lanjut dia, cuaca ekstrim seperti angin kencang dan puting beliung masih berpotensi terjadi di wilayah Surabaya dan beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur seperti Malang, sebagian Sidoarjo, Lumajang, Jember, Kediri dan sekitarnya. "Cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin berpotensi di wilayah Jatim tengah ke arah selatan," lanjutnya.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi semacam ini, juga mempengaruhi penerbangan di Bandara Juanda khususnya saat pendaratan. "Tapi ya nanti oleh pihak bandara, pesawat yang akan landing saat cuaca buruk akan antri untuk menunggu cuaca membaik, kalau yang antri banyak dan tidak memungkinkan landing nanti akan dialihkan ke bandara yang lain," papar Nur.
Nur Huda juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri puncak musim penghujan ini, khususnya untuk para pengendara sepeda motor. "Diimbau untuk selalu waspada di saat mendung atau hujan, siapkan jas hujan untuk pengendara sepeda motor. Lalu juga memperhatikan kondisi awan, apabila mendung jangan mengikuti arah awan, terakhir jika ada pohon di sekitar rumah yang berpotensi roboh harap segera dipangkas," pungkasnya. n