•   Kamis, 9 April 2020
SGML

Sungai Welang Meluap, Air Laut Pasang, Lalu Lintas Lumpuh Total Selama 9 Jam

( words)
Kemacetan panjang akibat air sungai Welang meluap. (SMG/dir)


SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sepuluh tahun terakhir, banjir akibat luapan Sungai Welang kali ini terparah. Sungai Welang yang membelah Kota dan Kabupaten Pasuruan, yang memang langganan banjir, meluap sejak Rabu (21/2/2018) malam hingga Kamis (22/2/2018) siang. Akibatnya, tidak saja merendam ribuan rumah penduduk, tapi juga melumpuhkan lalu lintas dari Pasuruan – Probolinggo maupun Pasuruan – Surabaya.
Lumpuhnya arus lalu lintas diperkirakan mencapai 9 jam lebih. Hingga Kamis (22/2) pukul 15.00, kemacetan masih terjadi di dalam kota. Kendaraan yang akan keluar, baik ke Surabaya atau ke Probolinggo, tidak bias bergerak sama sekali. Melintas jalan alternatifpun kondisi lalu lintas juga sama-sama macet.
Rabu kemarin lusa, hujan lebat selama lima jam sejak pukul 24.00 sampai 04.00 pagi. Akibatnya, air meluap hingga ke jalan raya. Luapan air dengan cepat menutupi permukaan aspal jalan Raya Kraton Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Kondisi ini terjadi di sisi timur sungai. Sedang di jalan raya Desa Tambakrejo (sisi barat sungai) ketinggian air dari aspal sekitar 50 cm hingga 1 meter dan arus.
Akibatnya, kendaraan yang menuju arah Surabaya dan sebaliknya harus memarkir kendaraannya atau memutar arah untuk mencari jalan alternatif. Deretan parkir kendaraan yang didominasi truk dan mini bus, semakin panjang. Hingga pukul 11.00, deretan parkir kendaraan berat dari pertigaan jalan raya Kraton ke timur, ujung ekornya hingga perempatan Jl. Niaga, Kota Pasuruan atau kira-kira sepanjang 4 – 5 Km.
Dari pertigaan Jl. Raya Kraton ke selatan, ujung ekornya hingga perempatan Pasar Kebonagung. Atau sepanjang kira-kira 4 Km. Dan dari perempatan Gadingrejo, ujung ekornya memadati sepanjang Jl Panglima Sudirman, Kota Pasuruan hingga perempatan Pasar Kebonagung.
Sokhe, sopir truk trayek Denpasar - Surabaya menilai, baru kali ini terjadi deretan parkir paling panjang dalam musibah banjir di Kota Pasuruan. "Banjir kali ini terjadi pagi hari, aktifitas lalu lintas lagi padat- padatnya. Terpaksa harus berhenti, Mas. Tidak tahu sampai kapan banjirnya surut,” ungkapnya.
Di tengah kota sendiri kondisi lalu lintas makin tidak bisa bergerak sama sekali karena banyaknya kendaraan yang putar balik dan terjebak kemacetan. Seperti di Jl. Gatot Subroto, kendaraan tidak bisa jalan karena ruas jalan dari arah barat dan timur jadi satu. Tidak ada ruang sama sekali untuk kendaraan bisa bergerak.
Anggota Sat Lantas Polres Kota tersebar di berbagai titik kemacetan. Tapi karena kondisi lalu lintas yang susah diatur sehingga kemacetan panjang terjadi. Hingga pukul 15.00, kendaraan dari berbagai titik kemacetan mulai terurai. Kendaraan bisa berjalan tapi merambat. “Kita sudah berupaya, tapi para sopir susah diatur,” kata petugas yang berjaga di perempatan Pasar Kebon Agung.dir

Berita Populer