•   Kamis, 20 Februari 2020
Perbankan

Sudah Dimanjakan Digital, Perbankan Malas Buka KaCab

( words)
Suasana di salah satu kantor cabang BBNI. SP/bni


SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Lagi-lagi teknologi, kekuatan teknologi memang tidak ada yang bisa menyaingi. Seiring dengan majunya teknologi, banyak sektor perekonomian negara memanfaatkan teknologi tersebut.

Salah satunya sektor perbankan. Saat ini, perbankan telah memiliki berbagai fasilitas yang melayani nasabah atau calon nasabah tanpa harus absen ke kantor cabang. Tentu saja hal tersbut karena di dorong oleh penggunaan teknologi pada system perbankan.

Bahkan, di tahun depan sektor perbankan diprediksikan bakal mengurangi pembukaan kantor cabang. Alasanya, tentu saja teknologi. Perbankan sepertinya lebih memilih menggunakan system digital dan memperkuat teknologi informasi.

Selain itu, system digital dinilai lebih murah dan praktis serta mudah untuk diterapkan dibandingkan dengan membangun infrastruktur secara konvensional.

Salah satu perbankan yang menerapkan ini adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). BNI menyebutkan bahwa saat ini transaksi di kantor cabang sudah turun 30% secara tahunan.

Deputy General Manager Divisi Pengelolaan Jaringan BNI Giri Dwi Susanto menilai di tahun 2020 pihaknya lebih memilih untuk mendorong mobile banking. Perseroan juga tidak punya rencana untuk memperbanyak jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

"Kami tidak akan menambah ATM, kalaupun menambah pasti CRM (Cash Recycle Machine)," katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/12).

Di samping itu, Giri juga menyebut penambahan kantor cabang baru juga kini sudah dibatasi perusahaan. Alasannya, perseroan memilih untuk fokus memanfaatkan sarana digital yakni e-channel untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah.

Sebagai informasi tambahan, Per November 2019 Bank BNI sudah memiliki 15.849 mesin ATM tarik tunai, 1.774 mesin CRM dan 1.001 mesin ATM non tunai. Untuk menunjang kebutuhan ekspansi tersebut, bank bersandi sahamBBNI ini juga sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1,13 triliun untuk belanja modal TI di tahun 2020.

Berita Populer