•   Sabtu, 29 Februari 2020
Ekonomi China

Stimulus Rupiah Menguat Rp14.084 Dikarenakan Kebijakan China

( words)
Nilai mata uang Indonesia menguat akibat kebijakan China


SURABAYAPAGI.COM – Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,09 persen, ringgit Malaysia dan dolar Singapura terpantau sama-sama melemah 0,03 persen, serta lira Turki melemah 0,01 persen.

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp14.084 per dolar AS atau sebesar 0,01 persen pada perdagangan pasar spot, Selasa (26/11/2019) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.086 per dolar AS pada perdagangan kemarin.

Di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Australia melemah 0,04 persen, dan dolar Kanada melemah 0,03 persen, disertai euro yang melemah tipis sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Penguatan terjadi hanya pada won Korea yang menguat 0,19 persen. Sedangkan, baht Thailand, dan juga dolar Taiwan berada di posisi stagnan.

Ariston Tjendra, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures menyebutkan penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari kebijakan China mengenai hak kekayaan intelektual (HAKI) yang selama ini dipermasalahkan oleh AS.

"China menaikkan penalti untuk perusahaan pelanggar HaKI di China," kata Ariston, Selasa (26/11/2019).

Menurut Ariston, pasar merasa kebijakan tersebut merupakan gestur positif dari China untuk mencapai kemajuan dalam kesepakatan dagang dengan AS.

Lebih lanjut ia berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.020 hingga Rp14.100 per dolar AS hari ini.

Berita Populer