•   Senin, 16 Desember 2019
Keuangan Syariah

Sri Mulyani Jadi Tamu Kehormatan AS, Ini Hadiah Hari Kemerdekaan AS

( words)
Pidato Sri Mulyani di Kediaman Dubes AS. SP/Cnn


SURABAYAPAGI.com - Jadi tamu kehormatan Sri Mulyani beri hadiah AS dengan sindiran. Sindirian dilontarkan oleh Sri Mulyani saat dirinya dipersilahkan berpidato.

Pidato yang di kemukakan oleh Sri Mulyani menjadi daya Tarik tersendiri. Pasalnya, dalam pidato tersebut Sri Mulyani menyisipkan sindiran atas pajak Google cs diantara ucapan selamat. Sudah semestinya sebagai Menterei Keuangan beban dan tanggung jawab teteap dikerjakan meski ia sedang kunjungan yaitu “tagih pajak”.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menyoroti hubungan kemitraan strategis AS-Indonesia yang terus berkembang di usia ke-70 tahun relasi bilateral ini, terutama dalam bidang ekonomi.

Dia menekankan kerja sama ekonomi antara AS-Indonesia bisa lebih diperkuat dan menguntungkan, khususnya dalam pengembangan ekonomi digital yang saat ini menjadi perhatian kedua negara.

Sri Mulyani menuturkan sejumlah perusahaanstartup unicorn Indonesia seperti Go-Jek, Traveloka, BukaLapak, dan Tokopedia sedang di puncak perkembangan dan mulai mendunia.

Selain itu, paparnya, Indonesia juga menjadi "rumah kedua" bagi raksasa teknologi AS seperti Google, Facebook, dan Twitter dalam mengembangkan operasional bisnisnya.

Ketiga perusahaan raksasa AS itu memiliki kantor perwakilan dan aktivitas bisnis yang besar di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani meminta AS untuk membantu Indonesia mendorong perusahaan-perusahaan raksasanya itu membayar pajak sesuai kewajiban.

"Pemerintah Indonesia selalu menyambut dan menghormati perkembangan sektor ekonomi digital. Kami tahu, AS merupakan rumah bagi perusahaan besar dunia termasuk dalam sektor ekonomi digital dan teknologi seperti Google, Facebook, dan Twitter," kata Sri Mulyani dalam pidatonya di hadapan Duta Besar AS Joseph R Donovan dan tamu undangan.

"Karena Anda (Donovan) mengundang menteri keuangan ke acara ini, jadi saya tidak akan lupa untuk membicarakan pekerjaan saya, yakni menagih pajak. Jadi saya akan sangat mengapresiasi jika pemerintah AS membantu kami, pemerintah Indonesia, untuk mengingatkan perusahaan teknologi Anda untuk memenuhi kewajibannya yaitu membayar pajak," katanya menambahkan.

Sindirian Sri Mulyani itu disambut gelak tawa dari para hadirin yang datang. Tak hanya soal pajak Google Cs, sang menteri juga turut mengangkat isu perang dagang yang saat ini masih terjadi antara AS-China.

Sri Mulyani berharap AS dan China bisa segera berdamai dan menyelesaikan perang tarifnya. Sebab, menurut dia, perang dagang di antara kedua negara adidaya itu telah memicu pengaruh negatif terhadap perekonomian global.

Namun, di sisi lain, Sri Mulyani juga memanfaatkan peluang perang dagang ini untuk mempromosikan produk-produk Indonesia. Dalam pidatonya, dia mengatakan produk manufaktur Indonesia siap memenuhi kebutuhan industri Negeri Paman Sam yang selama ini hilang karena momentum perang dagang.

Menurut dia, dunia sedang menghadapi situasi sulit dengan ketegangan perdagangan saat ini yang menyebabkan turbulensi dan ketidakpastian global. Sri Mulyani mengatakan "Indonesia ingin menawarkan jalan alternatif di tengah ketegangan perdagangan ini."

Dalam pernyataan penutupnya, Sri Mulyani kembali menyatakan ucapan selamatnya bagi AS di HUT ke-243 tahunnya ini. Ia juga berharap kelak di usia ke-100 tahun, Indonesia sudah bisa menjadi negara sebesar AS.

"Sekali lagi selamat kepada Dubes Donovan dan seluruh jajaran dan pemerintah dan rakyat AS dalam merayakan 243 tahun kemerdekaan. Indonesia nanti di usia ke-100 tahun, insyaallah kita akan sebesar AS. Dan 70 tahun ke depan kita (Indo-AS) akan semakin kuat dalam menjaga hububan bilateral," ucap Sri Mulyani.

Berita Populer