•   Jumat, 24 Januari 2020
SGML

Soal Jalan Rusak, Satlantas Sering Dapat Cibiran

( words)
Jalan protokol di Gresik yang rusak dan banyak lubang menganga penyebab kecelakaan tinggi. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Soal kerusakan jalan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur ternyata Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik, sering mendapat cibiran dari masyarakat daerah ini. Tidak sedikit pengguna jalan justru menyalahkan Satlantas, akibat banyaknya jalan berlubang dan minim fasilitas rambu. Sayangnya, keluhan warga ini, salah alamat. Mestinya, keluhan terkait kerusakan jalan disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Gresik. Sedangkan fasilitas rambu lalu lintas, Dinas Perhubungan. Pasalnya, infrastrukrur jalan merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan fasilitas rambu dari Dinas Perhubungan. Tingginya intensitas keluhan warga terkait kerusakan jalan tersebut, tidak bisa dipersalahkan. Karena sebagian besar kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Gresik akibat banyak jalan berlubang dan rusak parah. Selain kasus kecelakaan, kejahatan jalanan juga marak terjadi di jalan yang rusak. Sebagai bukti, Jalan Raya Tanggul Rejo, Kecamatan Manyar misalnya. Di jalan ini yang rusak dimanfaatkan oleh begal merampok warga yang melintas. Karena kondisinya, rusak, aspalnya terkoyak banyak lubang menganga. Begitu pula di titik-titik jalan rusak lainnya. Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto, SH, S.IK mengakui pihaknya kerap mendapat komplin dari warga mengenai kondisi jalan yang rusak. Terlebih ketika peristiwa kecelakaan itu terjadi di jalan yang rusak. "Kalau sudah begitu, pasti kami di komplin warga. Kami dituding tidak memperbaiki jalan yang rusak segala," ujar Wikha Ardilestanto, Jumat (19/1/2018). Meski kewenangan perbaikan infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, namun Wikha mengaku tetap mengakomodir keluhan warga yang disampaikan ke Satlantas. Keluhan warga lanjut mantan Kasatlantas Polres Lamongan ini disampaikan dalam rapat forum DLLAJ Gresik. Kesempatan tersebut, Wikha menyinggung status kelas jalan yang tidak sesuai fasilitas yang dimiliki. Halnya Jalan Raya Cerme - Bunder - Duduksampeyan. Jalan ini menurut Wikha adalah jalam nasional. Naik status sudah setahun. Meski begitu, kondisi jalan tersebut belum dilengkafi fasilitas sebagaimana layaknya jalan nasional. "Terutama ruas jalannya yang tidak mendukung alias sempit jika dibandingkan dengan volume kendaraan roda empat berbadan besar yang lewat," timpal Wikha. Mis

Berita Populer