•   Rabu, 22 Januari 2020
Pemprov Jatim

Soal Ambles Bengawan Solo di Tuban, Gubernur dan DPRD Ingin Penanganan Cepat

( words)
Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau Pembangunan Tepi Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Plumpang Tuban, Minggu (1/12/2019).


Tuban, SurabayaPagi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meninjau secara langsung penanganan tanggul kiri Sungai Bengawan Solo yang ambles di perbatasan Desa Sembungrejo dan Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Tuban, pada Minggu (1/12) sore. Seperti diketahui sebelumnya, bahwa tanggul penahan banjir di sisi kiri Bengawan Solo tersebut mengalami penurunan 2,5 - 3 meter dari posisi awal. Adapun panjang tanggul yang ambles kurang lebih mencapai 125 meter. "Sejak mendengar kabar ada tanggul yang mengalami keretakan karena adanya musim kemarau, saya langsung mengkomunikasikan dengan BBWS dan Dinas PU SDA untuk segera melakukan langkah antisipatif," ungkap Bunda Khofifah sapaan lekat Gubernur Jatim usai melakukan peninjauan di sepanjang bibir tanggul Bengawan Solo Desa Sembungrejo tersebut.

Khofifah menambahkan, langkah-langkah percepatan rekonstruksi dan pengamanan ini harus terus dilakukan meskipun belum permanen. Apalagi, kejadian yang sama berupa tanggul ambles juga terjadi di wilayah Kanor Tuban, Lamongan, dan Madiun. "Percepatan rekonstruksi ini sangat diperlukan meski dalam tahap darurat. Yang penting ketahanannya bisa memberikan proteksi yang cukup," tegas mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Beberapa upaya yang dilakukan, lanjut Khofifah, salah satunya yakni dengan pemasangan bronjong. Bronjong sendiri adalah kotak dari anyaman kawat yang berisi batu-batu, yang biasa dipasang di tepi sungai untuk mencegah erosi. Oleh sebab itu, dirinya juga akan memastikan kekuatan bronjong-bronjong yang akan dipasang. "Saya ingin mengecek kesiapan bronjong yang akan dipasang disini. Terlebih, infonya tanah disini masih sering bergerak. Sehingga keberadaan bronjong akan bisa memberikan proteksi ketika terjadi intensitas air yang tinggi," urai gubernur perempuan pertama di Jatim ini.
Khofifah mengatakan, upaya lain yang telah dilakukan yaitu dengan melakukan pengurukan menggunakan excavator. Berdasarkan informasi, upaya pemulihan tanggul seperti kondisi semula sudah dilakukan sejak 7 November hingga hari ini. Dengan mengirimkan sekitar 20 dump truck setiap harinya untuk mengangkut pedel. "Berbagai upaya penanganan yang terus dilakukan ini, tentunya untuk memberikan rasa aman bagi warga desa sekitar tanggul kecamatan Plumpang. Serta pada warga Tuban secara keseluruhan," tutup Khofifah.
Sementara itu, Khozanah Hidayati, Anggota Komisi D DPRD Jatim yang ikut mendampingi kunjungan Gubernur, mengatakan penanganan untuk tanggul yang amblas atau retak sedang dilakukan perbaikan tapi masih bersifat temporary/darurat. DPRD berharap ada percepatan lagi agar ketika Musim hujan tiba, tidak sampai membuat banjir penduduk di sekitar Sungai Bengawan Solo. "Sehingga masih memerlukan penanganan lebih lanjut dan permanent. Untuk itu perlu dorongan penganggaran segera, di harapkan tahun 2020 bisa di tangani secara permanent,” kata Khozanah. Terpisah Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto saat dihubungi menjelaskan bahwa akan memasukkan penyelesaian amblasnya tanggul ini di anggaran Perubahan APBD 2020. “Kami meminta Dinas Dinas PU SDA untuk menjelaskan secara tehnis maupun penganggarannya terkait penyelesaian tanggul yg amblas atau retak,” singkat Kuswanto.rko

Berita Populer