Diotaki tiga orang, sasar para pemohon kredit

Sindikat Pemalsu Dokumen Dibongkar Polisi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hanya berbekal cara cetak manual, tiga orang ini memakan banyak korban. Betapa tidak, dari tangan mereka, bisa dihasilkan dokumen-dokumen aspal (asli tapi palsu) untuk mengelabuhi bank maupun lembaga pembiayaan. Tapi, setelah 5 bulan melakukan, aksi tipu-tipunya tiga orang ini akhirnya terbongkar. Itu setelah pihak bank yang menerima berkas dokumen pengajuan kredit mengetahui, bahwa dokumen-dokumen yang diajukan ternyata palsu.
Laporan : Narendra Bakrie
Sindikat pemalsu dokumen itu diotaki oleh tiga orang. Yaitu Agung (45), warga Jalan Kalimas Baru Surabaya ; Supriati (40) warga Jalan Karang Menjangan Surabaya dan M Fadeli (45) warga Jalan Siwalankerto Surabaya. Dalam aksinya, tiga orang ini menjalankan peran masing-masing. Ketiga orang ini, sudah berhasil mengelabuhi sejumlah bank dan lembaga pembiayaan kredit kendaraan.
Sindikat ini dibongkar Unit Tipidek (tindak pidana ekonomi) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Itu setelah mereka mendapat laporan dari Bank BRI Unit Pelabuhan Cabang Rajawali Jalan Perak Timur Komplek Ruko Indah No. A-10 Surabaya. Dalam laporannya, pihak Bank BRI menyebut menerima sejumlah dokumen yang diduga palsu yang diterima dari seseorang yang mengajukan kredit.
Bank BRI melaporkannya pada Kamis (14/12/2017) lalu. Sebab pihak Bank BRI mencurigai surat-surat pemohon atas nama Suradji yang diajukan oleh pelaku Agung sehari sebelumnya, palsu. Darisanalah, pihak bank memanggil Suradji dan Agung. Ketika ditanya, Agung mengakui bahwa surat-surat tersebut dia yang membuat. Sebab Agung-lah yang mengurus pengajuan kredit Suradji ke Bank BRI itu.
"Jadi, korban (Suradji, red) dimintai biaya antara 5 hingga 10 juta oleh pelaku Agung, agar pengajuan kreditnya ke Bank BRI, bisa lolos. Tapi ternyata dokumen-dokumen yang diserahkan Agung ke BRI palsu semua," sebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno, Jumat (5/1/2018).