•   Senin, 17 Februari 2020
Peristiwa Politik

Setelah PDIP, Kini Giliran Gerindra Berkoalisi dengan PKB Usung Sholahuddin

( words)
Ketua DPC PKB Lamongan, H. Abd Ghofur saat menerima surat dari Ketua DPC Gerindra, H.M Tsalist Fahami. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Setelah DPC PDIP menyatakan final berkoalisi dengan PKB, kini giliran Gerindra partai besutan Prabowo Subianto secara resmi berkoalisi untuk mengusung Sholahuddin menjadi calon bupati dalam Pilkada 2020.

Bergabungnya Gerindra, maka barisan partai untuk mengusung ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) ini menjadi tiga, yakni PKB, PDIP dan Gerindra.

Dengan bergabungnya Gerindra, seperti disampaikan oleh Ketua DPC PKB Lamongan, H Abd Ghofur Minggu (19/1/2020), maka jumlah dukungan semakin besar, karena total kursi dari tiga partai koalisi ini berjumlah 22 kursi, diantaranya PKB 10 kursi, PDIP 8 kursi dan Gerindra 4 kursi.

Artinya kata Ghofur, jumlah kursi 22 di DPRD sudah lebih dari cukup untuk mendaftarkan dan mengusung calon bupati dan wakil bupati dalam pemilukada pada tahun ini, karena jumlah minimal mengajukan calon ada 20 persen suara sah dalam Pileg atau 10 kursi di DPRD.

"Alhamdulillah kekuatan kami untuk mengusung pak Sholahuddin bertambah lagi, seiring dengan bergabungnya partai Gerindra kemarin," kata Ghofur disela-sela rapat Konsolidasi di Kantornya, jelang deklarasi koalisi yang direncanakan dalam waktu dekat ini.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Lamongan H.M. Tsalits Fahami saat dikonfirmasi membenarkan kalau partainya resmi berkoalisi dengan PKB, dan PDIP untuk mengusung H.Sholahuddin. "Iya kami resmi berkoalisi dengan PKB dan PDIP dalam Pemilukada 2020, dan kami juga sudah berkirim surat ke DPC PKB pada 17 Januari 2020 lalu," terang mantan wakil bupati Periode 2005-2010.

Saat didesak alasan bergabungnya Gerindra untuk koalisi bersama PKB dan PDIP, tentu platform partai ada kesamaan visi dalam ikut andil membangun Lamongan yang lebih Sembodo.

Selain itu, keputusan berkoalisi dengan PKB dan PDIP mengusung Sholahuddin, karena juga hasil keputusan partai dan keinginan konstituen, dan juga hasil road show partai, diantaranya hasil audensi DPC Gerindra dengan PCNU Lamongan dan Babat.

Selain itu kata Tsalits, panggilan akrab pria yang juga ketua Takmir Masjid Agung Lamongan ini, adalah hasil arahan dan petunjuk ketua DPD Gerindra Jawa Timur, serta hasil komunikasi intens sejak September 2019 lalu, dan terakhir pertemuan pada 13 Januari 2020 dengan DPC PKB dan DPC PDIP, dengan keputusan berkoalisi.

"Atas tiga dasar itulah, kami dari Gerindra memutuskan berkoalisi, untuk mengantarkan bapak Sholahuddin menjadi bupati Lamongan periode 2020-2025," katanya.

Sebelumnya Ketua DPC PKB Lamongan menyebutkan partai PDIP sudah menyatakan koalisi dengan partainya. Kendati sudah menyatakan koalisi dengan PDIP, namun untuk posisi wakil bupati mendampingi Kaji Sholahuddin belum ia putuskan. "Yang penting tahapannya kerja sama koalisi dulu, untuk calon wakil bupati nanti belum kita putuskan," ungkapnya.

Meski partainya saat ini resmi berkoalisi dengan PDIP dan Gerindra, partainya juga masih membuka bagi partai lainya untuk bergabung dan berkoalisi. "Kami tidak membatasi koalisi, kalau ada partai lain mau bergabung dengan senang hati kami terima, semakin banyak semakin baik untuk Lamongan yang Sembodo," pungkasnya.jir

Berita Populer