Seperti Ketagihan Ryan Gondokusumo Dirikan 3 Start-Up

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Ryan Gondokusumo kini bisa dibilang sebagai seorang serial entrepreneur. Ia merupakan founder dari tiga startup sekaligus, yaituSribu, sebuah situs penghubung antara klien yang ingin membutuhkan desain dengan komunitas desainer;SribuLancer, platform online yang menghubungkan klien dengan freelancer; sertaHalo Diana, asisten virtual pribadi.

Sebelum mendirikan startup pertamanya, pada tahun 2011 Ryan masih bekerja di sebuah perusahaan travel, yaitu Bayu Buana Travel. Suatu hari ia mendapat tugas untuk mendesain sebuah kalender. Awalnya Ryan hanya memanfaatkan tim desainer di tempat ia bekerja untuk mendesain kalender tersebut. Namun atasan Ryan kurang puas dengan hasilnya.

“Saya kemudian terpikir untuk mencoba membuat kontes desain kalender di KASKUS dengan hadiah berupa handphone BlackBerry,” ungkap Ryan. “Hasilnya sangat mengagumkan. Dalam 7 hari saya sudah mendapat lebih dari 300 desain kalender,” imbuhnya.

Kejadian tersebut membuat Ryan semakin yakin akan potensi sistem crowdsourcing di Indonesia. Pada pertengahan tahun 2011 bersama dengan rekannya Wenes Kusnadi, Ryan akhirnya meluncurkan startup pertamanya Sribu.

Sribu menghubungkan siapa saja yang membutuhkan jasa desain dengan komunitas desainer. Pertumbuhan situs crowdsourcing ini bisa dibilang tergolong cepat pada masa itu. Sribu telah memiliki sekitar 7.000 desainer dan ada 60 kontes yang telah dilaksanakan dengan total transaksi mencapai Rp120 juta. Hingga akhirnya Sribu mendapatinvestasi tahap awal dariEast Ventures pada bulan Februari 2012.

Berselang dua tahun, Sribu masih terus mengalami peningkatan. Bahkan telah melayani lebih dari 2.000 konsumen, memiliki lebih dari 6.000 desainer, dan total transaksi yang terjadi mencapai Rp7 miliar. Situs ini bahkanmemperoleh putaran investasi seri A dari Infoteria Corporation, sebuah perusahaan asal Jepang.

Selama dua tahun berdiri Ryan abru menyadari bahwa Sribu memiliki masalah scaling problem. Seperti masalah pengguna internet dan penetrasi kartu kredit yang masih rendah di Indonesia, banyaknya masyarakat yang kurang paham dengan istilah crowdsourcing dan repetisi penggunaan layanan Sribu tergolong rendah.

Hal tersebut membuat Ryan berfikir untuk mencari jalan bisnis lain, Setelah melakukan Riset dengan banyaknya bisnis kecil di tanah air yang memerlukan bantuan freelancer. Membuat Ryan semakin optimis untuk meluncurkanSribuLancer pada bulan September 2014 lalu.

SribuLancer merupakan situs platform online untuk menghubungkan klien dengan freelancer. Tidak hanya desain, ada beragam jasa freelancer yang tersedia di situs ini seperti pengembangan web, data entry, akuntansi, penulisan, dan lainnya.

Dengan sistem escrow yang menjammin klien dan Freelancer. Yang menjamin kelangsungan pekerjaan dan jaminan ata pembayaran membuat SribuLancer memiliki lebih dari 3.500 proyek terpasang, 45.300 pekerja, dengan nilai proyek yang mencapai Rp8 miliar.

StartUp ketga yang Ryan dirikan adalah Halo Diana, asisten virtual pribadi yang sempat heboh di Indonesia dan baru-baru ini memperolehinvestasi tahap awal.

Membuat lini bisnis baru bukan berarti menelantarkan bisnis sebelumnya. Saat disinggung bagaimana Ryan mengelola tiga startup yang ia dirikan, Ryan menjelaskan bahwa Sribu dan SribuLancer memiliki sistem yang sudah stabil dan keduanya sudah menghasilkan profit.