Seorang Siswa SMA, Hamili 2 Siswi Sekaligus

Tangkapan layar acara resepsi pernikahan dini AR siswa SMK Lombok Barat yang menikahi 2 siswi sekaligus.

 

SURABAYAPAGI.COM, Lombok- Seorang siswa SMA Lombok Barat, membuat bingung sejumlah pejabat. Antara lain petugas Polres Lombok Barat, Pemkab Lombok Barat dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBDP3A). Pasalnya, AR, siswa itu telah menghamili dua siswi bersamaan. Akhirnya dua siswi itu dinikahi dalam satu bulan sejak September 2020.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhaffiq Shiddiq, meski ijab kabulnya dilakukan bulan dan tempat berbeda, resepsi pernikahan disatukan di rumah AR, hari Senin 12 Oktober 2020 di Dusun Batu Bangke Desa Cendi manik Lombok barat. Pernikahan setelah dilakukan mediasi melibatkan pejabat lintas instansi di Lombok Barat.

Menurut AKP Dhaffiq Shiddiq, Siswa SMK dan 2 ABG sudah dimintai keterangan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBDP3A) pada Senin (19/10). Dalam kasus tersebut, kedua ABG ini diketahui telah hamil.

Dalam pertemuan di kantor desa, polisi dan Dinas P2KBDP3A juga telah membuat kesepakatan dengan beberapa pihak termasuk pasangan pengantin.

"Suami akan tetap melanjutkan sekolahnya sedangkan istri ke-2 akan melanjutkan sekolah pasca melahirkan dengan dikawal ketat UPT PPA Kabupaten Lobar," jelas Dhaffiq.

Dari pertemuan itu juga, kata Dhaffiq, terungkap bahwa istri pertama R (16) yang dinikahi oleh AR itu telah hamil sebelum nikah dengan usia kandungan sekitar 2 minggu. Sementara istri kedua F (16) hamil sebelum nikah dengan usia kandungan sekitar 2 bulan.

"Dan untuk kondisi kedua istri sudah dicek oleh pihak Puskesmas setempat dan menyatakan sama hamil," tutur Dhaffiq.

Prosesi akad nikah dilaksanakan di waktu yang berbeda, hanya saja resepsinya digelar bersamaan.

Akah nikah AR dengan R digelar pada Selasa (15/9) dan dihadiri oleh kadus hingga ketua RT. Sedangkan akad nikah yang kedua antara AR dan F digelar pada Minggu (11/10) di masjid yang sama dan dihadiri oleh kepala dusun dan penghulu yang sama. Kini AR, F dan R, tinggal satu rumah. n lb/cr8/rm