Selang Dua Jam, Wilayah Gubeng Dua Kali Diobok-obok Jambret

SURABAYAPAGI.com - Aksi kejahatan jalanan nyaris mewabah kembali, meski polisi terus meningkatkan intensitas penindakan. Seperti yang terjadi di Wilayah Gubeng Surabaya. Dalam kurang lebih dua jam, telah terjadi dua kali aksi penjambretan pada Senin (8/4) malam. Dari dua aksi yang dilakukan oleh pelaku berbeda itu, satu pelaku berhasil dibekuk, yakni Wahyudi (47) warga Beji Pasuruan yang kos di Kalibokor Surabaya.
Aksi Wahyudi dilakukan di Traffic Light jalan Menur Surabaya, Sekitar pukul 18.30 WIB. Korbannya adalah seorang perempuan bernama Moretta Putri Marlinda (19) warga Juwingan.
Wahyudi tertangkap berkat aksi heroik korbannya sendiri. Saat itu, korban yang sadar jika handphonennya dijambret langsung melakukan pengejaran hingga di seputar Traffic Light Pucang Surabaya. Korban berteriak dan menghentikan laju pelaku. Alhasil, warga pun membantu dan pelaku sempat dihajar. Beruntung polisi datang dan mengamankan pelaku yang ternyata adalah DPO Polsek Gubeng atas kasus yang sama.
"Benar itu memang DPO kami. Nanti akan kami rilis mas," kata Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Joko Soesanto, Selasa (9/4).
Pasca kejadian itu, aksi penjambretan kembali terjadi. Hanya selang dua jam dari kejadian pertama, kali ini pelaku menyasar handphone milik Nasib Sugiarto (23) warga Jalan Tandes, Kecamatan Tandes ini menjadi korban jambret saat melintas di Jalan Kalibokor tepat di depan gedung Dharma Wanita. Aksi penjambretan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.
Dani (24) warga Rungkut yang merupakan saksi mata, mengatakan jika menurut keterangan korban, ia saat itu hendak mengantarkan sang kekasih pulang ke rumahnya. Handphone korban ditempel di atas spedometer motor Honda Revo yang dikendarainya dengan sang kekasih. Dani melihat sendiri, jika korban saat itu dikuntit oleh dua orang menggunakan sepeda motor Satria FU biru.
"Saat dipepet itu, handphone korban diambil mas, terus kabur," kata Dani.
Dani pun membantu korban untuk mengejar pelaku, tetapi sayang pelaku berhasil kabur.
Nasib Sugiarto saat ditemui usai membuat laporan di Mapolsek Gubeng menyebut jika saat itu ia hampir dapat menghentikan laju dua pelaku. Namun, ia masih berpikir keselamatan dirinya dan sang kekasih.
"Saya sudah ada di samping pelaku, mau saya tendang saya masih mikir takut jatuh. sedangkan saya bawa pacar saya. Yasudah saya pasrah, terus bikin laporan saja ke Polsek Gubeng," tandasnya.