•   Sabtu, 4 April 2020
Ekonomi China

Sektor Keuangan China Positif, Ini Faktornya

( words)
Seorang banker yang tengah merapikan puluhan bendel uang mata uang yuan. SP/DW


SURABAYAPAGI.COM, Beijing – Label manipulasi mata uang sudah tidak pernah terdengar lagi akhir-akhir ini hal tersebut dikarenakan, AS telah mencabut label itu untuk China. Akibat pencabutan itu, sektor keuangan China akhirnya tersenyum gembira.

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), mengumumkan bahwa AS telah mencabut tuduhan China sebagai manipulator mata uang. Keputusan ini diumumkan jelang kesepakatan dagang AS-China yang akan ditandatangani oleh perwakilan kedua negara, pada Rabu (15/01).

Data yang dihimpun menunjukkan, nilai tukar yuan di pasar onshore menguat 0,24% dan mendekati level 6,8760 per dollar AS. Ini merupakan level terkuat yuan sejak 26 Juli 2019 lalu, setelah People’s Bank of China (PBOC) mematok nilai tukar harian yuan ke level terkuat dalam lima bulan terakhir.

Sementara itu, nilai tukar yuan di pasar offshore menguat ke 6,877 per dollar AS, juga posisi paling perkasa sejak 26 Juli 2019 setelah menguat hampir 0,5% pada sesi sebelumnya.

Selain nilai tukar, Saham di sebagian besar pasar Asia juga naik seiring dnegan terselenggaranya kesepakatan fase satu diiringi dengan pencabutan label manulipultif ini.

Pasar Tiongkok daratan sedikit berubah pada pagi hari. Komposit Shanghai dan komposit Shenzhen diperdagangkan di bawah garis datar, dan komponen Shenzhen lebih rendah 0,21 persen.

Sementara, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,17 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik kecuali Jepang naik 0,21 persen.

Pencabutan label sebagai manipulator mata uang terhadap Tiongkok juga menjadi sentimen positif sebelum pakta dagang fase satu antara AS-Tiongkok ditandatangani.

"Departemen Keuangan membantu mengamankan perjanjian fase satu yang signifikan dengan Tiongkok yang akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar, serta peluang bagi pekerja dan bisnis AS," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

Dengan dicabutnya label tersebut, Tiongkok telah membuat komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan untuk tidak mendevaluasi mata uangnya, serta akan melakukan transparansi dan akuntabilitas.

Meski telah dihapus dari daftar hitam, Departemen Keuangan AS akan tetap memantau secara ketat praktik mata uang China.

Sebagai informasi, manipulasi mata uang adalah upaya yang disengaja oleh suatu negara untuk mempengaruhi nilai tukar antara mata uangnya dengan dolar AS untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam perdagangan internasional.

Berita Populer