•   Minggu, 5 April 2020
SGML

Sejarawan Sebut Lamongan Sudah Berdiri Sebelum 1569 Masehi

( words)
Bupati H Fadeli saat menerima para sejarawan usai Sarasehan Budaya dan Ekspedisi Gajah Mada oleh Lembaga Kajian Seni Budaya Ke-Islaman (Legian). FOTO:SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ada fakta baru yang terungkap dari berdirinya Kabupaten Lamongan, yang oleh pendahulunya disebutkan kalau Pemerintahan Lamongan berdirinya tahun 1569 Masehi, namun fakta baru disebutkan oleh para sejarawan justru jauh sebelum tahun 1569 M.

"Usia Kabupaten Lamongan lebih tua dari usianya yang diyakini selama ini," kata Agus Sunyoto Dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang saat menjadi salah satu nara sumber dalam Sarasehan Budaya dan Ekspedisi Gajah Mada oleh Lembaga Kajian Seni Budaya Ke-Islaman (Legian) di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran/Lamongan, Minggu malam (7/10).

Ahli sejarah islam lainnya Agus Sunyoto yang juga Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) juga menyebutkan, kalau Kabupaten Lamongan sudah disebut dan jauh dari sebelum 1569."Nama Lamongan sudah ada jauh dari tahun 1569 yang disebutkan selama ini," terangnya.

Sementara itu, tahun 1569 ini sendiri secara resmi dijadikan tonggak berdirinya Kabupaten Lamongan. Berdasarkan prosesi wisuda Ronggo Hadi sebagai adipati lamongan pertama dengan gelar Tumenggung Surajaya oleh Sunan Giri IV.

Sementara Agus Sunyoto mendasarkan analisisnya pada Babad Gresik, dalam Serat Kekancingan Kyayi Toemenggoeng Poesponegoro. Bupati Gresik Pertama yang memerintah mulai 1688 hingga 1696.

Disebutkan dalam naskah tersebut, Sunan Dalem atau Sunan Giri II mengirimkan Panji Laras dan Panji Liris bersama sejumlah pasukan ke Lamongan untuk bertempur dengan Pasukan Adipati Sengguruh yang akan menggempur Giri.

Sedangkan Bupati Fadeli memberi respon positif adanya fakta baru sejarah Lamongan tersebut. Menurut dia, harus ada sarasehan tersendiri, terkait sejarah Lamongan.

“Bukan Kami ingin mengatakan bahwa penetapan 26 Mei 1569 sebagai hari lahir Lamongan itu keliru. Namun kalau ternyata ada fakta sejarah lain, yang didukung dengan bukti yang kuat, perlu ada pelurusan sejarah,“ kata dia. jir

Berita Populer