Secangkir Kopi Mengawali Mimpi

SURABAYA PAGI, Surabaya - Di era industri food and beverage saat ini, tren kopi kekinian telah digeluti oleh para pebisnis. Seperti pebisnis satu ini, Samuel Aprilio Wijaya, yang tengah menggeluti bisnis kopi bernama Kopi Mimpi Kamu.

Bisnis Kopi Mimpi Kamu ini berawal dari pengalaman bekerjanya menjadi barista selama 3 tahun di Melbourne, Australia. Dengan bekal pengalaman dan basic ilmu yang pernah ia tempuh di jurusan Cookery
**foto**

Universitas William English di Melbourne – Australia, ia membulatkan tekad untuk membuka bisnis kopi di kampung halamannya yaitu Surabaya.

Kemudian Samuel mengulas beberapa merek kopi dan mencoba mencari beberapa kopi yang menurutnya enak, akhirnya ia mendapat ide resep kopi yang pas. Cita rasa dari Kopi Mimpi Kamu tidak terlalu flat dan

Tidak terlalu manis namun pas, sehingga dapat dinikmati oleh semua umur. Proses pembuatan Kopi Mimpi Kamu diolah sendiri mulai dari sirup hingga biji kopi.

Samuel bekerjasama dengan 2 rekannya yang juga sebagai investor yaitu Steven selaku pemilik mesin roaster Kopi Mimpi Kamu dan Ricky sebagai kepala pengelola bagian marketing. Konsep Kopi Mimpi Kamu yaitu

Menjadi “coffee on the go” dengan tempat yang nyaman dan instagramable namun dengan harga yang terjangkau yang berkisar antara 16 – 18 ribu.

Kopi Mimpi Kamu terbuat dari racikan gula aren produksi sendiri dengan kopi latte. Rasa yang dimunculkan menjadi beda dengan kompetitor lain karena lebih enak. Selama 2 minggu akan ada promo buy 1 get 1

Dengan syarat upload foto Kopi Mimpi Kamu dengan mention Instagram Story @kopimimpikamu dan tagar #KoMiMu.

Rencana 3 bulan ke depan, Kopi Mimpi Kamu akan buka cabang di sekitar wilayah Surabaya Barat, Timur, dan Selatan. Selain itu bakal ada inovasi menu baru, pengembangan marketing, da nada ekspansi sehingga Kopi Mimpi Kamu dapat dikenal masyarakat luar kota.

Samuel Aprilio Wijaya memiliki prinsip bahwa “pembeli adalah raja”. Pengalaman bekerja sebagai Barista di Melbourne mendapatkan pelajaran bahwa melayani pelanggan harus sopan dan ramah, bahkan setiap

Pelanggan yang masuk tidak langsung ditawari menu makanan atau minuman, namun menanyakan kabar agar dapat terjalin komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan. Ia juga mentraining pegawainya agar selalu rendah hati dan melayani pelanggan dengan sepenuh hati.ua