•   Rabu, 19 Februari 2020
Pilpres 2019

SBY Turun Gunung, Kubu Jokowi Ragu

( words)
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono menggelar pertemuan dengan Prabowo Subianto di Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Jumat (21/12).


Usai Pertemuan di Mega Kuningan

Jaka Sutrisna, Teja Sumantri
Wartawan Surabaya Pagi
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama jajaran koalisi di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Jumat (21/12). Pertemuan guna meracik strategi kampanye ke depan.
----------
Prabowo tiba di kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan VII Jakarta Selatan pada pukul 15.03 WIB. Prabowo yang mengenakan kemeja batik bewaena cokelat itu pun lansung disambut oleh SBY, Ketua Kosgama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan sejumlah Politik Demokrat lainnya. Saat ini, keduanya tengah mengadakan pertemuan tertutup.
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengibaratkan, masa kampanye dua bulan belakangan sebagai babak pertama jika dalam sebuah permainan sepak bola. Pertemuan SBY dan Prabowo sore ini seperti di ruang ganti tim sepak bola, untuk membahas strategi babak kedua.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal turun ke Jawa Tengah guna memenangkan Prabowo-Sandi. Mesin politik Demokrat akan totalitas menyukseskan Pemilu dan Pilpres 2019.
"Termasuk Jawa Tengah karena Pak SBY akan banyak turun di Jawa Tengah juga, akan turun banyak di Jawa Timur," kata Dahnil di kediaman SBY, Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Jumat (21/12).
Menurutnya, skema kampanye masih tahap penyusunan. Pada pertemuan koalisi berikutnya akan ada pembicaraan skema kampanye. SBY dan Prabowo juga bisa berkampanye bersama di Pulau Jawa. "Nanti iya satu panggung bahkan bisa banyak disebar supaya menyapa masyarakat lebih banyak," ucapnya.
Dahnil menambahkan, SBY juga meyakini bahwa Prabowo-Sandi bisa menang telak di provinsi Jawa Timur. "Nanti akan ada di banyak titik termasuk tadi Pak SBY nyatakan misalnya temuan kita temuan Pak SBY Jawa Timur itu bisa menang telak Pak Prabowo dan Bang Sandi termasuk nanti pak SBY akan turun bareng," tuturnya.
Respons TKN
Sementara itu Wakil Direktur Bidang Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)- Ma’ruf Amin, Lukman Edy mengaku pesimistis menanggapi janji Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal gencar kampanye untuk Prabowo-Sandiaga Uno mulai Januari 2019.
Menurutnya, basis massa Demokrat di akar rumput (grass roots) tak akan signifikan dan solid dalam mendukung Prabowo-Sandiaga Uno di kampanye Pilpres. "Saya kira enggak akan signifikan dukungan itu di ranah grassroots-nya," kata Lukman, Jumat (21/12).
Politikus PKB itu menyatakan hal itu bukan tanpa alasan. Ia melihat hasil survei beberapa lembaga survei yang menyatakan basis massa Demokrat di tingkat daerah banyak tak kompak terhadap keputusan politik di pusat.
Salah satunya hasil survei Indikator pada 1-6 September lalu yang menyatakan Demokrat merupakan partai yang paling tidak solid dalam mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga Uno. Sebanyak 53 persen basis pemilih Demokrat disebutkan mendukung pasangan Joko Widodo - Ma’ruf Amin. "Baik di pengurus pusat maupun di daerah banyak yang bias dengan keputusan DPP-nya. Terutama yang kepala daerah," kata Lukman.
Lebih lanjut, ia turut menyatakan banyak kepala daerah yang diusung Demokrat justru membelot mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres.
Beberapa yang mendukung Jokowi-Ma’ruf dari Partai Demokrat diantaranya adalah Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Lukas Enembe adalah Ketua DPD Demokrat Papua dan Soekarwo menjabat Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.
Selain itu, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi yang menyatakan dukungan untuk Jokowi memilih keluar dari Demokrat lalu bergabung dengan Golkar.
Hal itu, kata Lukman, merupakan konsekuensi dari keberpihakan Jokowi semasa menjabat sebagai presiden terhadap pembangunan infrastruktur di daerah-daerah. "Kita melihat kenyataan bahwa pak Jokowi ini sangat berpengaruh membantu terhadap di daerah. Keberpihakan terhadap daerah sangat terlihat. Pembangunan di daerah sangat masif dilakukan," pungkasnya. n

Berita Populer