Sampah di Kota Kediri Berkurang 1 Ton per Hari

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Keberadaan kader bank sampah di Kota Kediri bisa terbilang sukses. Buktinya dengan adanya kader bank sampah dapat mengurangi volume sampah sekitar 1 ton setiap harinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Didik Catur mengatakan, sebanyak 92 kelompok bank sampah dengan 230 kader bank sampah yang sudah dibina oleh instansinya. Mereka tersebar di seluruh lingkungan kelurahan di Kota Kediri.
Para kader bank sampah ini berperan mensosialisasikan kesadaraan masyarakat dalam melakukan pemilahan saat membuang sampah. Selain itu, mereka juga berperan untuk memberi wawasan masyarakat bagaimana memanfaatkan sampah yang tidak berguna menjadi berguna.
"Para kader sampah ini sangat membantu dalam mengurangi volume sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terbukti dengan keberadaan mereka, sampah di kota kediri bisa berkurang 1 ton per hari," ujarnya di Kantor DLHKP Kota Kediri, Jumat (9/11/2018).
Didik menjelaskan, setiap tahunnya DLHKP Kota Kediri selalu melakukan evaluasi kepada para kader bank sampah. Evaluasi itu untuk mengetahui seberapa besar jumlah pengurangan volume sampah yang masuk di TPA. "Evaluasinya seperti pengumpulan data sampah baik organik maupun anorganik. Serta sampah yang berhasil dijual. Karena data ini sangat berpengaruh dalam hal pengurangan beban sampah yang ada di Kota Kediri," imbuhnya.
Meski keberadaan kader bank sampah belum bisa mengurangi volume sampah secara signifikan, Didik Catur mengaku akan terus berusaha meningkatkan peran kader bank sampah di Kota Kediri.
"Memang satu sisi sebagian kader ada yang belum optimal, namun disisi lain kita juga ada penambahan kader bank sampah di wilayah lain. Kuncinya kita tekankan dan berikan wawasan jika hasil sampah ini akan kembali untuk mereka," tegasnya.
Volume sampah di Kota Kediri yang masuk ke TPA dalam sehari mencapai sekitar 122 ton. Jumlah sampah tersebut masih didominasi oleh sampah yang dihasilkan dari masyarakat.
Lanjut Didik, pihaknya terus melakukan terobosan agar volume sampah di Kota Kediri dapat ditekan. Diantaranya dengan memberikan pelatihan para kader bank sampah serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar sadar dalam melakukan pemilahan sampah sejak awal.
"Kita harap masyarakat juga sadar dalam melakukan pemilahan dalam membuang sampah. Selain para kader bank sampah, kita juga berikan pelatihan di sekolah untuk dapat mengolah sampah organik dengan membuat biopori komposter. Sehingga sampah organik ini selain bisa dijadikan pupuk, kompos juga bisa untuk konservasi air," pungkasnya. Can