Sambut Hari Raya Nyepi, Desa Pancasila Siapkan 8 Ogoh-ogoh

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Seperti pada perayaan nyepi sebelumnya, warga umat Hindu di Desa Balun Kecamatan Turi Lamongan, sangat antusias untuk menyambut Hari Raya Nyepi Saka 19412 atau di Tahun 2019 ini, yang jatuh pada tanggal 7 Maret mendatang.

Segala persiapan untuk menyambut Hati Raya Umat Hindu itu, warga umat Hindu di Desa Balun yang terkenal dengan Desa Pancasila itu, sudah hampir selesai dalam pembuatan 8 ogoh-ogoh.

Menariknya, pembuatan ogoh-ogoh tidak hanya dikerjakan oleh umat Hindu saja, tapi umat yang beragama lain juga ikut membantunya.

Ngarijo, Pemangku Pura Sweta Maha Suci, Desa Balun, Senin (4/3/2019) menyebutkan, 8 ogoh-ogoh yang sampai saat ini dalam masa penyelesaian itu, ukuranya beragam, ada yang kecil dan besar. "Pembuatanya juga dibantu oleh warga yang beragama lain," terangnya.

Pengerjaan ogoh-ogoh ini kata Ngarijo, selain dikerjakan di Pura, proses pembuatan ogoh-ogoh ini juga dikerjakan di rumah warga. Dan jika dihitung pembuatannya memerlukan waktu sekitar dua bulan.

"Proses pembuatan Ogoh-Ogoh dimulai Bulan Januari lalu, karena musim hujan, jadi nggak bisa maksimal kerjanya, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lumayan," terangnya.

Hari Raya Nyepi adalah kegiatan Agama Hindu, ungkap Ngarijo, namun umat Agama lain sudah terbiasa saling menghargai dan saling membantu jika ada kegiatan keagamaan.

"Di sini memang toleransinya bagus, saat Nyepi, setelah adzan speaker masjid langsung dimatikan, kalau malam, setelah sholat lampu juga langsung dimatikan, begitu juga dengan umat Kristen," paparnya.

Hari Raya Nyepi tahun ini, mengambil tema "Melalui Catur Brata penyepian, kita sukseskan Pemilu 2019". Diharapkan seluruh warga Desa Balun saling menghormati meski dalam Pemilu mendatang beda pilihan Capres atau calon Legilatuif (Caleg). jir