•   Jumat, 3 April 2020
Surabaya

Sambungkan Surabaya Square Menuju Juanda

( words)
Suasana persimpangan Jl Ir Soekarno (MERR A) dan Jl AR Rahman Hakim, Surabaya


Proyek MERR Ditargetkan Rampung 2018

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemkot tahun ini menggenjot pengerjaan proyek-proyek infrastruktur jalan. Khususnya jalur lingkar luar timur ( JLLT) dan midle east ring road (MERR) agar terhubung ke tol Waru–Juanda. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji saat press conference mengenai arah dan proyeksi pembangunan Surabaya pada 2018.

Agus menyatakan, pemkot telah menganggarkan Rp 80 miliar untuk pengerjaan fisik MERR tahun ini. Adapun dinas PU bina marga dan pematusan (DPBMP) terus menyelesaikan pembebasan lahan di kawasan Gunung Anyar. “Proyek MERR tinggal 1,6 kilometer. Kami targetkan tahun ini bisa tuntas,’’ tuturnya.

Selain itu, pemkot telah menggelontorkan dana untuk proyek JLLT sekitar Rp 123 miliar. Anggaran multiyear tersebut ditujukan pada 2018–2019. “Tahun ini proyek JLLT akan diteruskan,’’ katanya.

Dalam proyek MERR, pengerjaan ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Pemkot hanya bertugas membebaskan lahan. Namun, sejak tahap awal pada 2015, pembangunan MERR tersendat pada pembebasan lahan di wilayah Gunung Anyar.

Total ada 268 persil lahan yang dibutuhkan untuk membangun jalan sepanjang 15 kilometer tersebut. Dari jumlah itu, 194 persil sudah dibayar. Tersisa 74 persil yang terdiri atas 54 persil persawahan dan 20 tanah permukiman.

Camat Gunung Anyar Dewanto Kusumo Legowo mengatakan, ada satu persil rumah di RT 2, RW 1, Kelurahan Gunung Anyar, yang hingga kini belum dibayarkan. Dokumen kepemilikan rumah tersebut masih bermasalah. “Lahan persawahan juga belum semua dibebaskan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Balai Besar Peng adaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII belum menganggarkan dana untuk pembangunan fisik jalan. BBPJN VIII menunggu Pemkot Surabaya menyelesaikan pembebasan lahan.

Kepala Satuan Kerja Metropolitan I BBPJN VIII Yudi Widargo mengatakan, tahun ini belum ada anggaran untuk menggarap MERR IIC. Sebab, pihaknya masih menunggu kepastian pembebasan lahan selesai. “Kami koordinasi dengan pemkot,’’ katanya.

Dia menambahkan, pada 2016 BBPJN VIII sudah menganggarkan dana dari APBN Rp 36 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengerjaan fisik jalan sepanjang 1,6 kilometer. Sebab, lahan di wilayah Gunung Anyar belum tuntas. Proyek itu ditunda hingga 2017. Namun, pengadaan lahan kembali belum tuntas pada 2017. BBPJN VIII menunda penganggaran pembangunan fisik pada 2018.

Sementara itu, pembangunan JLLT baru menyelesaikan dua jalur di Kecamatan Bulak. JLLT menghubungkan wilayah timur melalui Sukolilo hingga Rungkut. Namun, pembangunan tersendat pada pembebasan lahan. Pada 2017 pemkot mengajukan pembebasan lahan 37 bidang. Jumlah itu belum bisa 100 persen.

Berbenah Promosikan UKM

Pemkot memberikan perhatian pada perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Salah satunya menyediakan tempat khusus untuk memamerkan produk. Yakni, Surabaya Square. Sebelumnya, pusat oleh-oleh itu bernama Sentra UKM.

“Perubahan brand yang kami lakukan untuk mendongkrak UKM Surabaya,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya Arini Pakistyaningsih kemarin.

Menurut dia, selama ini banyak UKM yang tidak berumur panjang. Salah satu penyebabnya adalah masalah pemasaran dan kemasan produk. Saat kali pertama berproduksi, para pelaku UKM sulit membidik konsumen.

Arini menambahkan, Surabaya Square merupakan solusi atas masalah itu. Gedung empat lantai tersebut mempromosikan produk UKM. Tidak hanya itu, disdag juga membantu meningkatkan nilai jual. ”Kami membantu mengubah kemasan produk menjadi lebih menarik,” ucapnya.

Saat ini ada tujuh Surabaya Square di Surabaya. Salah satunya berada di kawasan middle east ring road (MERR). Di tempat tersebut dipajang lebih dari 300 produk dari 183 UKM Surabaya.

Surabaya Square selama ini sangat membantu promosi UKM Surabaya. Sebab, jumlah pusat oleh-oleh tidak sedikit. ”Kalau harga, jelas murah di sini. Soalnya, langsung dari UKM,” ujar Syafii.

Surabaya Square MERR terus berbenah. Salah satu yang segera dibenahi adalah pemasangan papan nama baru. Harapannya, masyarakat lebih kenal dan paham. Selama ini penanda lokasi Surabaya Square MERR kurang jelas.

UKM yang bisa masuk ke Surabaya Square tidak sembarangan. Pelaku usaha harus melewati seleksi dan pembinaan oleh dinas terkait. Ada tiga dinas yang punya peran dalam membina UKM. Yakni, dinas pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (DP5A); dinas koperasi dan UKM; serta disdag.

Sekarang dinas perdagangan memudahkan para pelaku UKM untuk berkembang. Yakni, dengan menggratiskan biaya pembuatan perizinan. “Dengan begitu, bisa memicu semakin banyak UKM baru,” katanya.

Berita Populer