Sajikan New Normal- Aman Pasca Corona

Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M. selaku Executive Board dari Yayasan Ciputra Pendidikan saat menyapa para peserta Ding Talk. SP/BYT

SURABAYAPAGI, Surabaya - Banyak timbul pertanyaan dari masyarakat terkait bagaimana sebetulnya panduan dan pelaksanaan New Normal, khususnya di dunia pendidikan

Mengacu pada keputusan Menteri, yang didalamnya belum terdapat paparan detail terkait panduan dan pelaksanaan New Normal tersebut, kemudian menjadi keharusan dunia pendidikan memikirkan dan mulai membuat antisipasi demi memberikan keamanan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah maupun kampus.

Yayasan Ciputra Pendidikan berinisiatif untuk menimba ilmu pelaksanaan New Normal dari Negeri China yang telah melalukan New Normal di sekolah sampai universitas.

“Belajar dari China yang sudah terlebih dahulu mengalami new normal dan berhasil menekan angka covid 19 menurut saya penting. Ya tentu saja pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Seluruh jajaran pelaksana pendidikan dari Play Group hingga Universitas akan mengikuti sesi benchmarking dengan narasumber dari China langsung untuk mendapatkan insight.  Kami menghadirkan Mr. Hongqiang Zhang, Ph.D, International Coorperative Programme dari Guangdong Lingnan Institute of Tehnology” jelas Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M. selaku Executive Board dari Yayasan Ciputra Pendidikan. 

IMG_20200626_160645_1

 Mr. Hongqiang Zhang, Ph.D, International Coorperative Programme dari Guangdong Lingnan Institute of Tehnology yang menjelaskan pemaparan New Normal di China. SP/Byt

Mr. Zhang memaparkan bahwa pada new normal ini ada treatment yang sudah harus dilakukan sebelum siswa, guru dan staff memasuki  sekolah atau kampus salah satunya adalah 14 hari sebelum hari masuk sekolah, setiap civitas akademika wajib memberikan laporan suhu badan tiap harinya. Setelah itu pengamatan akan dilakukan H+ 14 hari setelah hari pertama masuk sekolah. Beberapa kondisi seperti yang tidak mengijinkan untuk kembali kesekolah, adanya gugus tugas ditiap sekolah beserta tugasnya juga dijelaskan oleh Mr. Zhang.

“Sangat menarik saat Mr. Zhang sempat menyebutkan bahwa setelah masuk ke lingkungan sekolah, siswa tidak diperkenankan keluar untuk beli makanan. Delivery pun tidak boleh,” jelas Denny Bernardus pada Jumat (26/06/20) di Room Meeting Universitas Ciputra Surabaya.


Diskusi terkait penerapan New Normal yang berlaku Lingnan Institute of Tehnology dipaparkan jelas oleh Mr. Zhang melalui aplikasi DingTalk.

Sebelumnya, sejak 7 januari 2020, Pemerintah China melarang membuka kampus dan seluruh sekola di China hingga ada protokol baru yang diberikan oleh Menteri Kesehatan dan Edukasi. Adanya Covid-19 ini merupakan Pengalaman pertama yg dialami oleh China. Kendala yang dialami adalah ketidak tahuan menjaga kesehatan tenaga pendidikan.

Sejak tutupnya sketor pendidikan, Pemerintah menyarankan untuk melanjutkan study dalam bentuk online (Ding Talk yang di network langsung oleh Alibaba Group) dan tetap menjalankan bagaimana edukasi terus berlanjut dengan sistem online hingga waktu belum bisa ditentukan oleh pemerintah.

Sistem pembelajaran di China tidak hanya menggunakan Ding Talk tetapi juga menggunakan platform lain atau aplikasi lain. Seperti yang di alami di Indonesia, problem dalam pembelajaran online adalah koneksi internet yang tidak stabil seperti di desa dan pelosok. Selain adanya gugus tugas yang terus memantau perkembangan dan menghindari virus tersebut masuk kembali. China memperkuat gugus tugas dengan melakukan control desease Center.

Orang tua juga diberi kebebasan untuk memilih apakah mereka percaya siswa siap masuk ke kampus atau tidak. Selain adanya gugus tugas, mereka juga harus kuat terkait informasi yang ada.

China juga memiliki kebijakan bila ditemukan kasus positif dari murid, guru, atau staff yang terinfeksi virus Covid - 19 maka kepala sekolahnya di instansi tersebut akan di pecat.

Ir. Yohannes Somawihardja, M.Sc. selaku rektor Universitas Ciputra yang akrab dipanggil Yosoma ini menyatakan  sepakat dengan Denny Bernardus dalam hal menyiapkan prosedur New Normal aman bagi anak didik.

“Universitas Ciputra antusias untuk belajar dari China. Sambil menunggu panduan dari pemerintah, ada beberapa hal yang memang kami sudah siapkan, namun demikian  kami coba gali ilmu dari yang lebih dulu berhasil,” tutup Yosoma.Byt