Rusunawa Sombo Kumuh, Risma Ambil Cat, Sapu lalu Lakukan ini Bersama Para S

SURABAYAPAGI.Kondisi rusun sewa Sombo yang kumuh dan tak terawat menjadi perhatian Pemkot Surabaya.
Sabtu (9/9/2017) pagi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengerahkan jajarannya untuk kerja bakti dan mengecat massal di rusun padat yang memiliki 10 blok itu.
Pengecatan dilakukan dengan mewarna ulang tembok-tembok yang sudah lusuh dan pudar dengan warna kuning muda.
Ini ditujukan agar salah satu rusunawa tertua di Surabaya itu tampak segar dan baru.
Tidak hanya itu, Risma juga mengerahkan Satpol PP dan Linmas untuk membereskan barang-barang tidak terpakai dan membongkar bangunan tak berpenghuni yang ada di kawasan Rusun Sombo.
"Ya ini kita bersihkan karena sudah lama nggak dicat kita cat ulang," kata Risma di sela-sela kerja bakti.
Tak segan Risma turun turun langsung membersihkan sudut-sudut rusun yang butuh sentuhan cat baru. Ia bergabung bersama warga rusun Sombo mengecat muka rusun.
Memang saat ini pengecatan baru untuk tahap muka rusun saja, sedangkan bagian dalam akan dilanjutkan dalam waktu dekat.
Menurutnya banyak yang harus diperhatikan dari Rusun Sombo ini. Seperti atap-atap yang sudah rusak akan diganti, jaringan utilitas yang sudah tidak layak juga akan diganti baru.
Namun menurutnya perawatan yang dilakukan untuk rusun yang ditinggali sekitar 2000 penduduk ini mengganti sarana yang rusak saja. Sedangkan untuk revitalisasi total masih belum bisa dilakukan.
"Kalau revitalisasi belum lah, kalau mau direvitalisasi mereka harus pindah kemana yang tinggal di sini," kata Risma.
Lebih lanjut Risma mengakui bahwa di rusun ini banyak bangunan tambahan.
Penyewa rusun banyak yang menambahkan bangunan ruang di sekitar unit yang mereka sewa dengan tambahan bangunan.
Mulai yang sifatnya permanen dengan kayu maupun yang permanen dengan batu bata. Akan tetapi Risma menyebut belum bisa menertibkan.
"Nanti kita lihat, bangunan tambahan yang membahayakan dan mengganggu akan kita bongkar," kata Risma.
Untuk mempercantik kawasan rusun Sombo, Pemkot juga memberikan sentuhan mural di kawasan ruang publik rusun Sombo.
Tembok yang awalnya kosong dan dibuat sandaran kandang dan bedak warung ditertibkan dan dibuatkan mural.
Mural yang dibuat pun memberikan pesan kerukunan untuk penghuni rusun.
Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Ekawati Rahayu mengatakan rusun Sombo ini memang rusun tertua selain rusun di Dupak.
Rusun ini sudah lama tidak direvitalisasi. Namun beberapa waktu belakangan cukup mendapatkan perhatian dari Pemkot berupa penyediaan fasilitas publik.
"Kita sudah bangunkan lapangan olahraga yang bisa dipakai futsal dan basket, lalu juga ada gedung serbaguna dua lantai yang bisa dipakai untuk balai pertemuan, puskesmas dan juga riang baca," kata wanita yang akrab disapa Yayuk ini.
Tidak hanya itu ke depan juga akan ada penataan. Khususnya untuk pemavingan dan pembersihan bangunan tambahan. Namun menurutnya prosesnya pun tidak bisa instan. Melainkan harus bertahap dan melalui pendekatan persuasif.
"Tidak bisa semerta merta. Harus didekati dulu, misalnya mau ditertibkan dengan alasan mau dipaving, atau mau dibangunkan lapangan, seperti itu," katanya.
Rusun Sombo ini merupakan rusun paling murah yang disewakan oleh Pemkot. Harga sewa per unitnya hanya Rp 15.000 per bulan.
(CR/bebi)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung kerja bakti dan pengecatan rusun Sombo, Sabtu (9/9/2017). trbnews/bebi