•   Senin, 30 Maret 2020
Ekonomi NKRI

Rupiah Bisa Menguat Lagi

( words)
Nilai tukar Rupiah tersu menguat, SP/Ec


SURABAYAPAGI.com – Nilai Rupiah dimata dollar AS terus menguat, dimana dalam satu minggu terakhir nilai tukar rupiah terus bergerak menguat terhadap dollar AS, bahkan hari ini, Jumat (19/7/2019) sempat bertengger pada level Rp 13.850 per dollar AS. Bank Indonesia pun optimis bahwa Rupiah mampu menguat lebih jauh lagi.

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup pada level Rp 13.937,5 per dollar AS, menguat 22,5 poin atau 0,16 persen dari sesi penutupan perdagangan kemarin yang sebesar Rp 13.960 per dollar AS.

"Supply and demand (di pasar valuta asing) aktif, dan masuknya investor akan memberikan faktor positif penguatan nilai tukar, ke depan masih bisa (terus menguat)." ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Perry menjelaskan, kecenderungan menguatnya nilai tukar rupiah didorong oleh mekanisme di pasar valas bergerak dengan baik, lantaran investor juga dunia perbankan menyambut positif keputusan BI dalam menurunkan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Baca

Hal tersebut menambah persepsi positif terhadap prospek perekonomian, serta memberikan jaminan bahwa stabilitas perekonomian Indonesia terjaga.

"Karena itu kami terimakasih kepada para investor, dunia usaha, perbankan, dan semua pelaku pasar yang menyambut postif ini dan akan menjadi faktor positif kita untuk melihat perbaikan ekonomi kita ke depan," ujar Perry.

Kamis (18/7/2019), BI baru saja menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,75 perse. Tahun lalu, BI telah secara agresif menaikkan suku bungga hingga 175 bps dan menahannya di level 6 persen sejak November 2018.

Keputusan diturunkannya suku bunga seiring dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah dalam beberapa waktu ke depan. Hingga akhir Juni 2019, tingkat inflasi tercatat sebesar 3,28 persen atau masih di bawah target tahunan yang sebesar 3,5 persen. Selain itu,

BI melihat perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali.
Diolah dari berbagai sumber

Berita Populer