•   Kamis, 23 Januari 2020
Peristiwa Politik

Running Pilbup Lamongan, PKB Usung Kader Sendiri, PDIP Cari Mitra Koalisi

( words)


SURABAYA PAGI, Lamongan - Peta politik menyongsong pemilihan bupati dan wakil bupati Lamongan pada 2020 mendatang mulai menghangat. Partai politikpun mulai ancang-ancang untuk bisa merebut kekuasaan dan mengantarkan calon yang diusungnya,
Tak terkecuali PKB dan PDIP.

Partai besutan Muhaimin Iskandar dan Megawati Soekarno Putri ini sudah mulai menata strategi di Lamongan. PKB misalnya yang dalam Pileg 17 April 2019 sebagai pemenang dan miliki 10 kursi di DPRD, tak risau dengan munculnya beberapa tokoh belakangan yang digadang-gadang bakal ikut running pilbup.

PKB seperti disampaikan oleh H Abd Ghofur ketua DPC PKB Lamongan, Rabu (17/7/2019) dalam pilbup mendatang merasa cukup pede, lantaran tanpa koalisipun partai berlogo bola dunia dikelilingi bintang 9 ini bisa mengusung calon sendiri karena sudah memenuhi persyaratan 20 persen suara.

"Kalau PKB akan mengusung calon dari kader sendiri yang mumpuni, apalagi PKB dalam Pilbup kali ini tanpa koalisipun sebenarnya tidak ada masalah,"kata Ghofur panggilan akrab Abd Ghofur.

Meski demikian, PKB tidak lantas menutup diri bagi partai lain yang ingin berkoalisi dengan PKB. "Kalau soal koalisi PKB membuka diri, siapapun yang mau berkoalisi monggo yang jelas PKB akan mengusung kader sendiri,"jelasnya.

Sementara itu, ketua DPC PDIP Lamongan Sa’im saat dihubungi terpisah mengaku masih menjajaki kemungkinan mengusung calon kader sendiri atau tokoh lain yang dianggap mumpuni dalam pilbup mendatang. "Untuk running Pilbup, PDIP tetap ingin mengusung calon sendiri, meski suara partainya masih kurang, koalisi adalah keharusan,"ungkapnya.

Bagi PDIP kata Sa’im, koalisi dengan partai apapun tidak jadi masalah, asalkan punya ideologi, dan pandangan politik yang sama. "Kami menyadari tidak bisa berangkat sendiri, karena 8 kursi kami di DPRD mendatang tidak cukup, dan harus koalisi dengan partai lain, yang punya ideologi dan pandangan politik yang sama,"terangnya.

Saat didesak kapan mulai melakukan pembukaan dan penjaringan calon, politisi kawakan di Lamongan ini mengaku kalau partai nya akan membuka pendaftaran pada bulan September mendatang, dengan kriteria calon yang bisa menahkodai dan mengelola pemerintahan kedepan.

"Kriteria calon harus mumpuni bisa mengelola pemerintahan, yang punya elektabilitas dan popularitas, sehingga dengan begitu target PDIP bisa tercapai, dan penjaringanya bulan September,"jelasnya.

Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali hingga saat ini belum bisa bicara banyak terkait partai mana saja yang bisa mengusulkan dan mengusung calon bupati dan wakil bupati, karena sampai saat ini, KPU belum mengumumkan secara resmi perolehan kursi DPRD Lamongan periode 2019-20124.

“Kita masih menunggu hingga pasca penetapan, baik penetapan nama caleg jadi maupun perolehan kursi masing-masing parpol di DPRD Lamongan,” kata Mahrus Ali.

Meski demikian, sesuai dengan UU No 10 Tahun 2016 pasal 40 menyebutkan Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah menemuhi pesyaratan perolehan paling sedikit 20% dari jumlah kursi dewan perwakilan rakyat daerah atau 255 ribu dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD.jir

Berita Populer