•   Sabtu, 4 April 2020
Pemilu

Rumit, JK Usul Pemilihan Diselenggarakan Terpisah

( words)
Wakil Presiden, Jusuf Kalla.


SURABAYAPAGI.com - Jusuf Kalla (JK) mengusulkan pemilihan anggota legislatif (pileg) dilakukan terpisah dari pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) pada 2024 mendatang.
Menurut JK, pemilu serentak membuat atensi masyarakat pada pileg berkurang. Padahal, menurut dia, pileg tak kalah penting dari pilpres karena turut menentukan kualitas pembuatan kebijakan pemerintah selama lima tahun ke depan.
"Saya tadi sore (kemarin,red) bicara dengan ketua-ketua partai, semuanya mempunyai pandangan sama bahwa proses pemilu kali ini rumit dan sulit. Oleh karena itu harus dievaluasi dan solusi yang sependapat adalah kembali memisahkan pileg dan pilpres," ujar JK, Rabu (17/4)
Dari pengamatannya selama masa kampanye tujuh bulan dan di hari pemungutan suara, JK menilai perhatian masyarakat terkuras pada pasangan capres dan cawapres. Padahal, pelaksanaan kampanye antara pilpres dan pileg berlangsung bersamaan.
"Pileg tenggelam karena ramainya pilpres dan kurang mendapat perhatian termasuk dari media sendiri. Oleh karena itu, harus dievaluasi dan semua sepakat harus dievaluasi ulang," katanya.
Sebelumnya, JK kerap kali berpendapat bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia merupakan pemilu paling rumit di dunia. Pasalnya, dalam satu kesempatan, masyarakat harus memilih lima entitas, yakni presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten dan kota.
Penghitungan di 809.563 TPS berlangsung selama dua hari sejak hari pemungutan suara hingga Kamis (18/4). Selanjutnya, rekapitulasi dilakukan bertahap mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi dan berakhir di KPU RI pada 25 April - 22 Mei.

Berita Populer