Risma Ngamuk, Mobil PCR Bantuan Pusat Digilir oleh Pemprov

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini .SP/SP

SURABAYA PAGI, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendapatkan bantuan berupa dua unit Mobil mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini penting, sebagai salah satu langkah untuk percepatan layanan laboratorium dalam melakukan tes swab di Jawa Timur. Mendengar bantuan mobil tersebut dialihkan kedaerah lain, Walikota Surabaya merasa kecewa. Padahal 2 mobil bantuan dari BNPB pusat itu sedianya akan melakukan tes swab terhadap 200 warga Tanah Kali Kedinding, akhirnya gagal.

Satu unit mobil mesin PCR bernopol B 7190 TDB dari BNPB diserahterimakan pihak BNPB kepada Gugus Kuratif Covid-19 Pemprov Jatim di halaman Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemprov Jatim, Jl. Indrapura No. 17 Surabaya, pada Rabu (27/5) siang. Sedangkan, satu unit mobil mesin PCR lainnya diterima Kamis (28/5). Mobil bantuan untuk Provinsi Jatim itu sebagaimana arahan Presiden bahwa Jatim harus diperhatikan. “Ini diharapkan bisa membantu Pemerintah Jatim khususnya Kota Surabaya. Pemerintah pusat bisa membantu mempercepat proses pemeriksaan di Jatim dan Surabaya,” jelas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19, Doni Monardo.

Selain itu, pada hari pertama sudah melayani Surabaya di RS Darurat dan di Kawasan Rungkut. Kemudian hari kedua digeser ke Lamongan dan Tulungagung. seluruh operasional dibebankan ke APBD Provinsi Jawa Timur. Jadi, tidak mungkin mobile itu stanbay di Surabaya terus, tapi keliling Jatim dalam rangka pemerataan pemeriksaan khususnya daerah yang terpapar.

Mendengar hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kecewa mengetahui mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) yang bisa melakukan tes swab, dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jatim. Padahal 2 mobil bantuan dari BNPB pusat itu sedianya akan melakukan tes swab terhadap 200 warga Tanah Kali Kedinding.

Dua unit mobil itu hari ini dialihkan ke Tulungagung dan Lamongan. Padahal, menurut Risma bantuan dari BNPB pusat itu diprioritaskan untuk Surabaya. Namun, lantaran dialihkan ke daerah lain, pemkot harus membatalkan ratusan orang yang harusnya dilakukan tes swab.Bahkan rencananya dua mobil PCR itu akan ada di Surabaya selama 5 hari yang akan melakukan tes swab di sejumlah lokasi."Betul, rencananya ada melakukan tes di Gelora Pancasila, ada Manukan, ada yang di Rungkut, jadi titik-titiknya sudah kita siapkan untuk 5 hari ke depan. Jadi 5 hari ke depan kita siapkan by name by addres. Karena kapasitasnya (Mobil lab swab) itu 200. Jadi setiap titik itu kita siapkan 200 orang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rahmanita, di Taman Surya, Jumat (29/5/2020).

Dia menjelaskan pasien yang diperiksa adalah ODP, PDP, kemudian pasien yang akan swab ulang. Mereka sudah disiapkan sejak pukul 07.00 WIB."Kita sudah menyiapkan warga sejak pagi jam 7. Seperti di Siola, warga sudah siap. Jadi warga itu begitu antusiasnya untuk bisa melakukan pemeriksaan swab ini. Karena gratis mereka antusias sekali. Mereka jam 6 sudah datang. Seperti di Siola tadi, tapi mobilnya tak datang," ungkap Febria.

Febria tidak mengetahui alasan pasti mobil tersebut dialihkan ke Kabupaten Lamongan dan Tulungagung. Padahal sebelumnya pihaknya dijanjikan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi, bahwa setelah dari rumah sakit di Sidoarjo langsung menuju ke Kelurahan Tanah Kali Kedinding "Kemarin dijanjikan oleh dokter Joni, bahwa hari ini setelah dari rumah sakit Sidoarjo. Jadi kemarin satu mobil ke Sidoarjo dan satu mobil ke Unair. Dan Magrib ke Asrama haji," tandasnya.

Sementara di Lamongan, mobil PCR itu berada di RSUD dr Soegiri dan melakukan swab terhadap 50 orang."Betul, diposkan di RSUD dr Soegiri Lamongan. Pasien yang di-swab dibawa ke sana," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Lamongan, Taufik Hidayat kepada wartawan.Sementara di Tulungagung, mobil PCR itu melakukan tes swab kepada 200 orang yang terdiri dari warga dan petugas medis.ADT/ALQ