•   Jumat, 28 Februari 2020
Ekonomi China

Resmi Berlaku, Perusahaan di Berbagai Negara Hengkang dari China

( words)
Uniqlo SP/Cnbc


SURABAYAPAGI.com - Setelah resmi berlaku, pengenaan tarif ekspor impor antara China dan Amerika nyatanya menambah dampak besar bagi China. Pasalnya, perusahaan besar dari berbagai negara satu per satu keluar barisan dan hengkang dari China.

Jepang merupakan salah satu negara yang memboyong perusahaannya keluar dari China. perusahaan asal Jepang yang memiliki pabrik di China mulai mencari-cari alternatif lain. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir penurunan pendapatan mereka akibat perang dagang antara Amerika dengan China.

Fast Retailing, yang merupakan operator merek Uniqlo, mengatakan mayoritas produksinya dilakukan di China. Selain itu, pengiriman barang masih akan tetap dilakukan dari China ke 52 toko yang beroperasi di AS hingga akhir Juli tahun depan.

Disi lain, perusahaan asal jepang nampak bimbang. Pasalnya, perusahaan asal jepang tersebut mengaku masih bergantung pada China dalam hal bahan baku.

Jika melepas begitu saja, uniqlo akan merasakan dampak terberatnya yakni tingginya harga pembelian dan pengiriman produk di Amerika Serikat.

Selain itu, Sejumlah perusahaan AS sudah mengambil langkah untuk melakukan diversifikasi produksi di tengah memanasnya perang dagang dalam setahun terakhir.

Namun, perintah untuk memindahkan operasional mereka ke luar China membuat pelaku industri kewalahan.

Sebagai informasi, China dan Amerika Serikat (AS) mulai mengenakan tarif tambahan untuk barang-barang impor pada hari Minggu (1/9). Ini adalah babak baru eskalasi perang dagang yang telah menekan ekonomi kedua negara meski ada tanda-tanda negosiasi kembali pada bulan ini.

Putaran baru tarif mulai berlaku pada hari ini. China mengenakan tarif 5% pada impor minyak mentah AS. Ini adalah pertama kalinya bahan bakar menjadi target perang dagang sejak lebih dari setahun lalu.

Sementara AS akan mengenakan 15% tarif atas lebih dari US$ 125 miliar impor dari China. Di dalamnya termasuk impor smart speakers, headphone bluetooth, dan berbagai jenis alas kaki.

Berita Populer