•   Minggu, 15 Desember 2019
SGML

Rencana Kenaikan Elpiji Subsidi, Warga Santai

( words)
Stok elpiji subsidi di salah satu agen di Kabupaten Gresik, masih aman dan stabil. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Rencana PT Pertamina untuk menaikkan harga elpiji jenis melon 3 kilogram yang akan diberlakukan per 1 Maret 2018 ini, ternyata masih sebatas wacana. Masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pun khususnya kalangan ibu rumah tangga, menanggapi santai. Bahkan stok dan distribusi dari agen ke pangkalan lancar. Aksi borong juga tidak terjadi. Hingga Jumat (2/3/2018), harga elpiji subsidi warna hijau ini harganya masih menggunakan harga lama yakni Rp 16.000 per tabung. "Belum ada kenaikan harga. Sampai hari ini masih stabil. Tentang keinginan pihak Pertamina untuk menaikkan harga elpiji subsidi, kan baru wacana," ujar Toriqi, pemilik agen elpiji PT Fajar Tunggal Putra kepada Surabaya Pagi, Jumat (2/3/2018). Menurut Toriqi, kenaikan harga yang dimaksud pihak Pertamina tersebut memang sudah ada tetapi belum berlaku untuk wilayah Jwa Timur, termasuk di Gresik. Harga baru itu berlaku untuk wilayah Jakarta. Sebelumnya PT Pertamina berencana menaikkan harga elpiji subsidi. Namun besaran kenaikannya belum diketahui pasti. Pemberlakuan harga baru itu, rencananya dimulai 1 Maret ini. Dalam rencana kenaikan harga elpiji subsidi tersebut, diakui oleh Toriqi, akan dibarengi regulasi terkait warga yang berhak memakai elpiji subsidi ini. "Rencananya nanti, warga yang boleh memakai elpiji 3 kg ini, menggunakan kartu dan khusus bagi warga tidak mampu," tandasnya. Pembatasan elpiji subsidi ini, itu artinya bahwa konsumen yang selama ini memakai elpiji subsidi akan beralih ke elpiji non subsidi jenis brigth gas ukuran 5,5 kilogram dan elpiji tabung biru. "Nanti itu, elpiji melon 3 kg pemakainya akan menggunakan kartu miskin. Selain yang menggunakan kartu tersebut, ya tidak boleh dan harus memakai yang non subsidi," kunci Toriqi. Mis

Berita Populer