Rangers Pangkas 50 Persen Gaji Gerrard

SURABAYA PAGI, Inggris - Rangers FC ikut mengalami krisis keuangan di tengah pandemi virus corona di Britania Raya. Gaji sang manajer, Steven Gerrard, juga terpaksa ikut dipangkas.Tak hanya Gerrard, namun upah selurh pemain skuad utama, staf pelatih, hingga jajaran direktur eksekutif klub asal Skotlandia itu juga kena. Jumlahnya pun tak main-main, yakni 50 persen selama tiga bulan ke depan.

Hal ini agar gaji karyawan yang lain bisa tetap dibayar secara utuh. Hal ini disampaikan langsung oleh Rangers dalam situs resmi mereka."Rangers mengumumkan bahwa jajaran tim utama, manajer, staf pelatih, dan direktur eksekutif secara sukarela menerima pemotongan gaji selama tiga bulan. Para pemain senior dan juga staf ingin memastikan tak ada karyawan Rangers yang mengalami kesulitan finansial selama masa krisis ini," tulis pernyataan Rangers.

Diakui oleh klub, akan ada sejumlah karyawan yang terpaksa harus dirumahkan akibat pandemi ini. Namun Rangers memastikan mereka tetap akan mendapat gaji utuh selama masa cuti dan hak-hak yang lainnya akan tetap dipenuhi.

Gerrard menyebut keputusan ini disepakati secara bulat. Menurutnya, hal ini untuk kebaikan bersama."Para pemain, direktur, dan staf sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab yang baik untuk mengurangi gaji mereka. Keputusan ini sudah benar dan diambil tanpa ragu," ujar Gerrard.

"Sangat penting menunjukkan rasa hormat kepada semua orang di klub, terlepas apapun posisi mereka. Menurut saya, klub sudah menunjukkan rasa kebersamaan dengan melakukan hal ini," sambung eks kapten Liverpool ini

Gerrard mengaku bangga dengan upaya klub untuk keluar dari masa krisis ini. "Saya pikir semua orang di klub memiliki keputusan yang sama," tutur legenda Liverpool tersebut.

Kompetisi sepak bola Skotlandia ditangguhkan pada Maret silam. Sampai saat ini, belum ada kejelasan kapan liga akan dilanjutkan.