•   Rabu, 26 Februari 2020
Pendidikan

Raih Gelar Sarjana tak Terhalangi Keterbatasan

( words)
: Husai Kristanto bersama keluarga serta para dosen saat acara wisuda Universitas Widya Kartika Surabaya. SP/Iker


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Keterbatasan fisik bukan berarti halangan bagi Husai Kristanto Karjono untuk menjadi seorang sarjana. Mengidap penyakit auto imun yang menyerang dirinya sehingga menagkibatkan Husai susah berjalan sehingga harus dibantu dengan kursi roda tak menyurutakn semangatnya untuk terus menimbah ilmu.

Mengambil jurusan Managemnt di Universitas Widya Kartika, Husai beruasil lulus dengan IPK 3.5. Rasa syukur dan bangga terlintas diwajahnya, saat ditanya mengenai perasaannya menjadi seorang sarjana. "Pastinya bangga setelah 4 tahun saya bisa wisuda, tidak menyangka bisa sejauh ini. Karena banyak hambatan selama kuliah," ujarnya.

Meski memiliki keterbatasan support orang tua dan dukungan dari teman-teman serta dosen lah yang membuat dirinya selalu bersemangat pergi kuliah. Auto imun yang menyerangnya mulai memburuk di semester 7, yang mengakibatkan harus membutuhkan kursi roda untuk beraktifitas sehari-hari.

Pada awal semester Husai masih bisa pergi ke kampus seperti biasa, namun keadaan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Setiap harinya, orangtua Husai selalu mengantarkannya ke kampus.

"Kami selalu memberinya semangat agar selaku mau bersekolah semangatnya pun luar biasa meski ada kekurangan tapi tidak menghambatnya untuk terus pergi ke kampus," Ujar Yudi Kristanto.

Dari pihak dosen juga sangat mensupport Husai, menurut Husai, Dosen di Uwika sangat membantunya begitu juga teman-temannya yang selalu membantunua untuk bisa pergi ke kelas dengan mendorong kursi rodanya.

Setelah lulus sarjana ia berencana untuk terus belajar dan bekerja. Ia berpesan kepada generasi muda diluar sana agar tetap semangat untuk menimba ilmu. "Jangan kalah dengan saya yang mempunyai kererbatasan, tapi tetap semangat untuk menimba ilmu," tandasnya.

Berita Populer