Raih Emas berkat Hand Sanitizer Sabut Kelapa

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Memperoleh mendali emas pada ajangScience Your Future Competition 2018, membuat Liliani Chandranata semakin me-seriusi bidang ilmu Sains khususnya biologi.

Gadis yang akrab disapa Lili ini merupakan siswi SMAK ST. Louis 1 dan kini tengah fokus untuk mengikuti ujian nasional. Lili yang menggemari pelajaran biologi ini menjelaskan tentang kompetisi yang pernah ia ikuti tahun lalu.

Lili dan salah satu temannya mencoba mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia yang berada di Kota Jakarta. Kompetisi tersebut memiliki tema Penelitian di Bidang STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Dari tema tersebut Lili dan temannya mencoba membuathand sanitizer yang memiliki bahan dasar sabut kelapa.

Hand sanitizerdipilih karena mereka ingin membuat produk yang ramah lingkungan serta tidak mengandung alkohol. Bahan sabut kelapa yang biasa disebut sebagai limbah dicoba diolah agar menjadi bahan yang berguna.

Sabut kelapa mengandung tanin dan mampu di maserasi dengan suhu yang tidak panas. Lili menjelaskan, awalnya teman saya sangan intoleransi terhadap alkohol. “Kami berupaya membuat solusi dengan produk-produk yang bisa diciptakan tanpa mengandung alkohol. Kemudian kami mencoba membuathand sanitizerdengan bahan sabut kelapa agar tidak menjadi limbah,” terangnya.

Berkat ide membuathand sanitizer Lili dan temannya mewakili kota Surabaya untuk mengikuti penjurian di Jakarta dan berhasil memperoleh mendali emas. Lili kemudian berkesempatan untuk mengunjungi Australia dan berdiskusi dengan akademisi Australia mengenai produk ciptaannya.

Lili yang sedari kecil menyukai ilmu biologi tersebut beralasan, ia menyukai bidang sains terutama biologi karena dari kecil saya memiliki fisik yang lemah dan sering sakit. “Hal itu membuat saya harus belajar di rumah. Saya tidak mau ketinggalan ilmu pelajaran jadi saya membaca buku seperti ensiklopedia anak waktu itu. Sekarang saya ingin fokus belajar biologi dengan lebih baik,” tambahnya.

Karena kecintaanya pada biologi, Lili kemudian ingin melanjutkan pendidikannya di Amerika dengan lebih mendalami epi genetika, yaitu mereguralisasi ekspresigen agar ia dapat melakukan banyak penelitian untuk menyembuhkan penyakit, dan tentunya didukung oleh fasilitas yang mumpuni.