•   Kamis, 12 Desember 2019
Peristiwa Politik

Qosim Mendaftar Pula Lewat Golkar

( words)
Dr HM Qosim, MSi


SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Wakil Bupati Gresik Mochammad Qosim secara resmi mendaftar sebagai bakal calon bupati Gresik 2021-2026 melalui pintu Partai Golkar. Orang nomor dua di Gresik ini mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan bacabup-bacawabup di hari terakhir, Jumat (15/11/2019).

Munculnya nama Qosim dari daftar bacabup Partai Golkar cukup mengejutkan. Pasalnya, pria yang sudah dua periode menjadi Wabup Gresik tersebut juga menjadi ketua partai pemenang pemilu legislatif 2019, yakni PKB.

Apalagi raihan kursi PKB sudah melampaui batas minimal untuk mengusung pasangan kepala daerah pada running pilkada serentak 2020. Syarat minimalnya 10 kursi, sementara PKB memiliki 13 kursi.

Sehingga PKB menjadi satu-satunya partai politik pemilik kursi parlemen yang berhak mengusulkan pasangan cabup-cawabup. Sedang parpol lainnya kudu menggalang koalisi.

Lantas mengapa Qosim yang secara legalitas dapat langsung diusung partai yang dipimpinnya mesti mendaftar lagi lewat pintu parpol lain. Ada dua kemungkinan yang bisa dibaca. Pertama, Qosim ingin membangun koalisi besar dengan parpol peraih kursi di parlemen. Tentu dengan koalisi besar jalan menuju G1 akan lebih mudah dia raih ketimbang hanya mengandalkan sokongan PKB semata.

Kemungkinan kedua adalah mencari ’jalan aman’ bila DPP PKB justru tidak memberikan rekomendasi kepadanya untuk maju Pilbup Gresik 2020. Meski tidak ada yang meragukan popularitas Qosim sebagai tokoh yang digadang-gadang bakal meneruskan kepemimpinan Gresik lima tahun ke depan, namun modal ini tak berarti apa-apa jika rekom dari Cak Imin, ketum PKB tidak dia kantungi.

Langkah Qosim ini tentu belajar dari proses penunjukan ketua dewan setempat yang juga atas persetujuan DPP PKB. Orang yang diusulkan dari daerah belum tentu mendapat restu dari pusat.

Oleh karena itu langkah Qosim ikut mendaftar sebagai bacabup melalui Partai Golkar, dan konon juga melalui DPP PDIP, patut diacungi jempol. Ini sebuah langkah cerdas dari seorang Qosim, calon pemimpin dengan tingkat keterpilihan tinggi.

Dengan masuknya Qosim melalui penjaringan bacabup-bacawabup parpol selain PKB memperlihatkan keterbukaan dan transparansi proses politik pemilu kepala daerah di Kabupaten Gresik berjalan begitu cair.

Meski proses resmi mendaftar ke KPU masih cukup lama, namun masyarakat Gresik setidaknya sudah lebih awal mengetahui calon-calon pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan.


Image

Selain Qosim yang kini masih menduduki kursi Wabup Gresik, juga ada nama-nama beken lain yang secara resmi sudah mendaftar melalui penjaringan parpol. Mereka, antara lain adalah Asluchul Alif; Ahmad Nurhamim; Achmad Nadlir; Ahmad Nadir.

Alif dan Nurhamim, keduanya kini menjadi wakil ketua DPRD Gresik. Alif juga adalah ketua DPC Partai Gerindra, peraih 8 kursi di parlemen. Gerindra menduduki partai pemenang kedua pada pileg lalu. Tokoh muda yang juga aktivis berbagai organisasi kepemudaan ini sudah mendapat ’restu’ dari kiai-kiai berpengaruh dan pemimpin formal Gresik. Dia dikenal juga sangat dekat dengan Bupati Sambari Halim Radianto.

Selanjutnya ada Ahmad Nurhamim. Politisi senior Partai Golkar yang kini didapuk menjadi ketua paska ditinggalkan Sambari Halim Radianto. Sebelumnya dia menjadi ketua DPRD pada periode 2014-2019. Kendati Golkar pada periode kini hanya meraih 8 kursi, namun tingkat popularitas Nurhamim di mata masyarakat Gresik terutama di wilayah selatan tidak perlu diragukan.


Image

Selain nama-nama beken di atas, juga ada beberapa sosok baru yang masuk bursa penjaringan. Seperti pengusaha Tri Putro Utomo, Sueb Abdullah dan Efendi Noer. Juga ada calon dari kalangan wanita, yakni dr Anis Ambiyo Putri. Ada pula kader Partai Demokrat Suberi, dan putra daerah Bawean M Nuh.did

Berita Populer