Puluhan Karyawan BPR Kota Kediri Mogok Kerja, Tuntut Dirut Mundur Jabatan

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Puluhan karyawan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD. BPR) Kota Kediri Senin (30/12/2019) pagi sempat melakukan aksi mogok kerja. Aksi tersebut merupakan buntut kekecewaan puluhan karyawan terhadap pimpinannya.

Dari informasi yang dihimpun, aksi mogok kerja terjadi sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi saat kantor baru dibuka. Puluhan karyawan mulai dari teller hingga petugas lainnya memilih enggan menjalankan tugasnya. Aksi berlangsung sekitar satu jam. Akibat aksi itu pelayanan PD BPR Kota Kediri mulai dari kantor cabang hingga pusat sempat mengalami lumpuh.

"Kami melakukan aksi ini karena kami keberatan dan menolak kepemimpinan Bapak Sugianto, Direktur Utama PD. BPR Kota Kediri. Sebab selama ini kesejahteraan karyawan tidak pernah diperhatikan. Aksi ini merupakan aksi pertama. Mulai hari ini kita menuntut Direktur Utama PD. BPR Kota Kediri untuk mundur dari jabatannya," ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Sementara itu, Direktur Utama PD. BPR Kota Kediri, Sugianto saat dikonfirmasi adanya aksi mogok kerja yang dilakukan karyawannya mengaku, tidak mengetahui. Dari informasi yang diketahuinya kejadian itu hanya karena ada kendala pada IT server perusahaan. "Nggak ada aksi mogok kerja. Itu tadi hanya karena ada kendala jaringan katanya tim IT perusahaan," tuturnya.

Sugianto menegaskan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait sejumlah tuntutan para karyawannya. Sebab saat aksi tersebut berlangsung ia masih berada di Balaikota Kediri. "Sampai saat ini saya belum tahu. Tuntutan karyawan sendiri juga belum disampaikan," tegasnya.

Aksi mogok kerja bakal kembali dilakukan jika tuntutan puluhan karyawan tidak mendapat respon. Puluhan karyawan rencananya juga membuat surat tertulis dibubuhi tanda tangan, dengan berisi beberapa poin tuntutan yang akan dikirimkan ke Walikota Kediri, DPRD Kota Kediri dan OJK Kediri. Can