PT. KAI Daop VII Tutup Akses Jalan Raya Nias Kota Blitar

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akses jalan raya Nias Kec Sanawetan Kota Blitar ditutup oleh pihak PT.KAI.Daop VII Madiun pada hari Minggu 8/9 sekitar pukul 10.00, Akibatnya poros Jalan Nias yang mnghubungkan jalan di seputaran wil Kec. Sananwetan terputus total.

Penutupan Jalan Nias dng memberi 6 buah Tonggak beton sisi barat dan Timur jalan Nias,,hanya dapat di lintasi motor itu di sayangkan oleh warga Blitar, karena jalan tersebut merupakan poros jalan menuju Perkantoran, Sekolahan, dan dapat mengurangi akses perekinomian kususnya warga Sepanjang Jala Nias.

"Jelas jelas menggangu,karena Jalan Nias adalah salah satu jalan yang menuju Sekolahan, kantor, dan RS. Mardiwaluyo, walau ada jalan alternatif, di tutup tadi pagi (8/9) jam 10 oleh Petugas Pol.KA," kata Sutrisno 54 warga Rt3/Rw.11 kel.Sananwetan.

Penutupan Jalan Nias itu sendiri oleh Pihak PT. KAI Daop VII Madiun menyebutkan bahwa, seperti yang di sampaikan Ka Humas Daop PT. KAI VII Madiun Ixfan, di tutupnya lintasan kereta api yang menghubungkan Surabaya Jakarta lewat jalur Selatan itu semalam palang pintu kereta di tabrak sebuah mobil sehingga palang pintu KA, melintang di lintasan Rel Kereta api.

"Sekitar pukul.20.17 an menit Kereta dari arah Surabaya menuju Stasiun kota Blitar,tetabrak laju kereta api akibatnya loko kereta penyok, untungnya nggak ada korban pengguna jalan yg menunggu di perlintasan kereta api." kata Ixfan lewat saluran telepon saat di hubungi SURABAYA PAGI.

Masih mnurut Ixfan, mobil yang menabrak tanpa peduli langsung melarikan diri, dengan kejadian itulah PT. KAI Daop VII menyampaikan Ke PT. KAI Pusat, yang akhirnya di perintahkan untuk menutup dengan cara memasang Tonggak di perlintasan Rel Kereta Api,
"Sebelumnya pihak PT. KAI sudah mendatangi Ketua Rt.02/Rw.11 menyampaikan atas penutupan Lintasan Rel Kereta Api, dan di terima oleh Dragus Lalu Ketua Rt.02/Rw.11." tambah Ixfan.

Jadi menurut Ixfan bukan penutupan secara total.namun dengan penyempitan perlintasan di JPL 192 km 121+5/6 ( BL - GRM ), yang di dahului sosialisasi ke Ketua RT setempat.

Adanya penyempitan perlintasan Jalan Rel Kereta Api, ada sekitar 5 warga yg memiliki mobil protes atas penyempitan perlintasan tersebut, setelah diberikan wawasan dan arahan untuk menguhubungi Kantor Daop 7 Madiun, warga menerima dan akan menyampaikan protes ke kantor Daop 7 Madiun.

"Intinya kami tdk menutup total perlintasan tsb, cuman agar tindakan pengendara mobil tdk bisa mengakses di perlintasan, maka perlintaaan kami persempit agar tdk terjadi lagi peristiwa yg sama" Pungkas Ixfan.

Sementara pihak Supriyo Kep.Dinas perhubungan kota Blitar..mengaku pihaknya sudah koirdinasi dengan PT.KAI.Pusat..bahwa besuk ( Senen 9/9) pihak PT. KAI dan Daop VII Madiun akan turun guna ngecek Lapangan (tkp), dan meminta Pihak PT. KAI di harap memasang rambu rambu atas penyempitan lintasan rel kereta api, sehingga pengguna jalan mengetahui.

"Jadi warga pengguna jalan tidak "Kecelik" karena putar kembali susah karena sempit jalanya." kata Supriyo kpda,Wartawan.

Selain itu Supriyo juga mengharap atas kejadian ini agar warga masyarakat berhati-hati saat melewati lintasan Rel Kereta Ap di mana saja kususnya yg tidak ada Palang pintunya atau Alarm demi keselamatan.
“Mudah-mudahan segera cepat teratasi dan memang ada aturan tersendiri dari PT. KAI, dan di atur oleh Perundang undangan." terang Supriyo di TKP, bersama-sama dengan Muspika Kec. Sananwetan.Les.