PT Indal Aluminium Industry Tbk Sanggup Bertahan di Tengah Pandemi

Suasana RUPS PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meskipun dalam masa pandemi di tahun 2020 ini, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) optimis masih bisa terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. Serta, masih sanggup bertahan ditengah krisis perekonomian dunia yang berkepanjangan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan PT Indal Aluminium Industry Tbk pada Selasa, 25 Agustus 2020 di Fave Hotel Surabaya dengan dihadiri langsung oleh Alim Prakasa selaku Executive Managing Director INAI dan Alim Markus selaku President Director INAI.

Alim Markus menyampaikan bahwa, Aluminium Ekstrusion adalah salah satu industri manufaktur yang masih sanggup bertahan ditengah krisis perekonomian dunia. Sedangkan, INAI sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri Aluminium Ekstrusion lebih dari 3 dekade telah melalui berbagai situasi dunia usaha.

“Kejelian melihat peluang dan keberanian mengambil resiko telah membuat INAI memiliki segmen pasar tertentu yang akan selalu berkembang,” ucap Alim Markus dalam RUPS 2020 di Surabaya, Selasa, (25/08/20).

“Dengan produk-produk yang hampir seluruhnya customized (dibuat hanya berdasarkan pesanan) memang akan membatasi kapasitas produksi INAI, namun tingkat loyalitas pelanggan lebih besar,” sambungnya.

Bahkan, lanjut CEO Maspion Group ini, di saat perang dagang (trade war) antara USA dan China telah menyebabkan krisis global, INAI malah berhasil menangkap peluang yang tercipta dari kondisi tersebut.

“Permintaan aluminum ekstrusion dari Amerika Serikat dan negara-negara pendukungnya yang sebelumnya mendapat pasokan dari Republik China, terpaksa beralih ke pemasok-pemasok lain termasuk INAL,” terangnya.

Berkat pengalaman dan ketepatan INAI memilih pangsa pasar produk Customized berkualitas internasional, maka INAI tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor tersebut.

Ditempat yang sama, Alim Prakasa selaku Executive Managing Director INAI juga menjelaskan, bahwa, hal tersebut tampak dari data bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini, lebih dari separuh pendapatan INAI justru berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia dan sebagainya.

“Penjualan ekspor INAI pada tahun 2018 adalah sebesar Rp.514,61 miliar atau 45,5% dari total penjualan dan dipetahankan pada tahun 2019 sebesar Rp.568,82 miliar,” papar Alim Prakasa.

Selama daya serap pasar domestik masih belum pulih sepert semula, diperkirakan pasar ekspor akan terus menyumbang pendapatan INAI secara signifikan di tahun 2020 dan selanjutnya.

Sementara itu, sektor jasa konstruksi yang selama ini menyumbang sekitar 30% – 40% dari total pendapatan INAI, kondisi marjin keuntungannya cukup fluktuatif. Namun, akan tetap dipertahankan walaupun akan lebih selektif mengikuti kondisi dunia usaha nasional. Secara konsolidasi total nilai pendapatan INAI di tahun 2019 adalah sebesar Rp.1.216,14 miliar dikuti laba usaha Rp.4636 miliar dan laba bersih Rp.33,56 miliar.

“Sehingga, RUPS 2020 ini memutuskan pembagian dividen sebesar Rp.15.840.000.000,- atau Rp.25,- per saham dari laba bersih tahun 2019,” pungkasnya.

INAI menjalankan strategi usaha dengan cukup berhati-hati. Situasi yang tidak terduga seperti pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan beberapa negara jatuh ke dalam resesi, juga membuat INAI melakukan revisi atas rencana strategi perluasan kapasitas. Peremajaan fasilitas produksi maupun penambahan kapasitas produksi tetap dilakukan namun dengan jangka waktu yang disesuaikan perubahan kebutuhan pasar.

INAI tetap berpegang pada kebijakan usaha yang dapat memberi konsumen berbagai alternatif pilihan yang lebih luas. Diantaranya adalah brand HOMELUX sebagal salah satu lini produk premium INAI. Selain itu kebutuhan akan energi ramah lingkungan membuat INAI memutuskan untuk memasuki industri pendukungnya yaitu solar frame panel parts (perlengkapan panel tenaga surya).Jul