Proyek Alun-alun Kembali Digoyang

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Dugaan warga Gresik yang tergabung dalam forum masyarakat penyelamat cagar budaya (FMPCB) Kabupaten Gresik, Jawa Timur atas proyek revitalisasi Alun-alun Gresik kota, bakal menuai masalah terbukti. Tidak ingin revitalisasi Alun-alun ini menjadi protek mangkrak, wargapun kembali menggoyang melalui aksi unjuk rasa. Ya, seperti yang tampak saat ini, pengerjaan proyek yang dibiayai APBD 2017 tersebut, kini mangkrak. Pihak kontraktor asal Kota Malang, Jawa Timur tidak bisa menuntaskan kontraknya tepat waktu. Para pekerja pun sudah tidak ada lagi beraktifitas disana. Masyarakat Kota Pudak sebutan lain Gresik, kini bertanya-tanya ikhwal nasib Alun-alun yang sejak awal ditentang revitalisasinya. "Kita tidak tahu mau jadi apa Alun-alun ini. Apakah akan nasibnya sama dengan Gelora Joko Samudro yang hingga kini belum bisa dipakai untuk turnamen atau bagaimana," ujar Syafiudin, aktifis asal Kota Pudak. Dikatakan Syafiudin, wajar jika masyarakat mempolemikkan Alun-alun Gresik kota ini. Pasalnya, Alun-alun tersebut merupakan cagar budaya Gresik peninggalan nenek moyang masyarakat kota ini yang menjadi ikon kebanggaan. Karena itu, ia sepakat jika masyarakat mendesak Pemkab Gresik segera menyelesaikan proyek tersebut dan mengembalikan pada fungsinya sebagai Alun-alun. Senada dengan Syafiudin, pengurus PMII Gresik, Bobby juga mendorong DPRD setempat untuk bersikap tegas dalam menjalankan funfsi pengawasannya. Sehingga OPD yang tidak "becus" mengurusi pekerjaannya seperti proyek Alun-alun ini, diminta pertanggungjawabannya. "Dewan harus kritis menjalankan fungsi pengawasannya. Kalau tidak ya begini, proyek amburadul uang rakyat sia-sia," tandasnya, Rabu (24/1/2018). Sementara itu, untuk mrnjawab keraguan mssyarakat terkait proyek revitalisasi Alun-alun, Pemkab Gresik kini melakukan kerja keras untuk mewujudkan proyek yang terancam mangkrak itu. “Saat ini lelang tahap II segera dimulai. Setelah perjanjian kinerja ditandatangani kemarin, minggu depan pelaksanaan pelelangan sudah bisa dimulai. Kami sudah melakukan persiapan prosesnya," kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Rabu (24/1/2018). Diakui Washil, pembangunan tahap II yang diperkirakan awal Maret pengerjaannya bisa dimulai nilai anggarannya Rp 9 miliar. “Mungkin minggu depan sudah akan dimulai tahapan proses pelelangan. Pekerjaan yang akan dilakukan yaitu pembangunan selasar, keramik serta pekerjaan arsitektur lainnya. Didalamnya juga termasuk pekerjaan penghijauan dan taman," jelasnya. Mis