•   Rabu, 26 Februari 2020
Surabaya

Prostitusi Homo juga Layani Seks Threesome

( words)
AKP Ruth Yeni menunjukkan tersangka prostitusi guy di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (28/2).(SP/Robert)


SURABAYA PAGI, Surabaya – Kasus perdagangan orang (trafficking) dalam prostitusi online makin menjadi-jadi di kota Surabaya. Ironisnya, layanan seks threesome (tiga orang) sesama jenis justru menjadi tren akhir-akhir ini. Terbaru, Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Aris Arya (27), warga Jl Jayanegara Mojokerto, bersama WC (24) asal Tropodo Sidoarjo dan seorang pria. Mereka digerebek di sebuah hotel di Jl Jemur Andayani Surabaya.

Tersangka terlacak karena menawarkan jasa pelayanan seksual dan pijat sesama jenis di aplikasi khusus gay dan di akun Facebook dan aplikasi Grindr sejak enam bulan lalu. Tarif yang ditawarkan tersangka sebesar Rp1 juta. Dari setiap transaksi, tersangka mendapat keuntungan Rp800 ribu dan korban mendapat Rp200 ribu.

Ditemui disela-sela pemeriksaannya di Mapolrestabes Surabaya, tersangka Aris Arya mengaku sudah memiliki orientasi seks yang berbeda dengan pria kebanyakan sejak masih kecil. Ia bercerita, selain karena orientasi seksualnya itu, uang juga menjadi alasannya menawarkan layanan seks threesome dengan gay. “Saya ingin mendapatkan fantasi seksual, tapi juga bisa menghasilkan uang,” ucap Aris.

Melalui akun Facebook dan aplikasi Grindr, Aris menawarkan temannya, WC bisa memberi layanan seks threesome. Dia memasang tarif Rp 1 juta sekali kencan di kamar hotel. “Dari tarif Rp 1 juta, saya dapat bagian Rp 800 ribu dan korban Rp 200 ribu. Kamar hotel sudah ditanggung pemesan,” tutur Aris yang sudah memberi layanan seks sesama jenis 10 kali dalam waktu dua bulan terakhir ini.

Kendati kerap memberi layanan sesama jenis, Aris mengaku pernah memiliki pacar seorang wanita. Tapi hubungan asmara pria berusia 27 tahun ini akhirnya kandas.

Penggrebekan sendiri dilakukan Selasa (27/2), bermula dari petugas PPA Polrestabes Surabaya yang mengendus adanya layanan seks sesama jenis melalui media sosial (medsos) Facebook. Melalui akun Facebook, tersangka menawarkan layanan pijat plus sesama jenis. Dia juga masuk dan menjadi anggota group di aplikasi Grindr.

“Tersangka (Aris Arya) menawarkan WC lewat akun Facebook bisa melayani pijat dan seks sesama jenis. Saat kami gerebek di kamar hotel, ada tiga orang,” sebut AKP Ruth Yeni, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Dalam menjalankan aksinya, kata Ruth, pelaku ini selalu memanfaatkan medsos. Tidak hanya facebook, ternyata memanfaatkan aplikasi anroid khus kelompok gay bernama Grindr. “Aplikasi ini khusus bagi penyuka sesama jenis, ini kan sebuah fenomena nyata di Surabaya. Mereka punya kelompok, tapi tidak diterima di masyarakat,” terang Ruth. Dari kasus ini, polisi menyita satu handphone (HP), uang Rp 200 ribu, lembar pembayaran hotel dan kondom.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengaku miris dengan fenomena perilaku seksual menyimpang, apalagi yang sampai dikomersilkan. Menurut Rudi, selama kurun waktu 2 bulan terakhir ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)S atreskrim Polrestabes Surabaya sudah mengungkap sembilan kasus yang terkait trafficking atau TPPO.

Dari sembilan kasus itu, lanjut Rudi, lima kasus merupakan tindakan seks menyimpang, yakni threesome (layanan seks tiga orang). “Menarik lagi, dua kasus yang kita tangani, ternyata sesama jenis (laki-laki). Semuanya memanfatkan media sosial,” terang Rudi.

Dari hasil peneriksaan, kata Rudi, para pelaku sampai melakukan tindakan seks menyimpang lantaran ada fantasi seks. Tapi, petugas terus mendalami dan nanti bisa bekerja sama dengan ke ahli, seperti seksolog mengapa ada perilaku yang menyimpang, terutama perilaku layanan seks sejenis.

Selain itu, juga ada faktor ekonomi karna pelaku mendapat bayaran. Ada yang sampai Rp 2 juta, itu cukup tinggi. “Kami akan analisa mengapa begitu banyak grup medsos semacam Facebook yang dimanfaatkan orang-orang mempunyai perilaku sama. Awalnya ingin fantasi dan menyediakan layanan seks untuk mengambil keuntungan,” pungkas Rudi. n fir

Berita Populer