•   Senin, 27 Januari 2020
Peristiwa Nusantara

Program Satu Juta Rumah Pemerintah Melambat

( words)
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid. (Foto: SP/IST)


SURABAYAPAGI.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa realisasi pembangunan rumah untuk program Satu Juta Rumah sampai saat ini sebanyak 120 ribu unit. Padahal, pada tiga bulan pertama tahun lalu, realisasinya bisa mencapai 200 ribu unit rumah.
Ini berarti, terjadi perlambatan pertumbuhan pembangunan rumah. Hal itu diakui oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid. Namun, menurut dia, perlambatan karena pengembang menanti kepastian harga baru rumah subsidi yang akan ditetapkan oleh pemerintah. "Pengembang ini menahan stok, tidak dilepas dulu. Mereka menunggu kepastian jadi tidak membangun dulu," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/3).
Saat ini, pemerintah memang tengah menggodok aturan rumah bersubsidi. Aturan main itu dibahas oleh Kementerian PUPR bersama Kementerian Keuangan. Pun demikian, belum ada kejelasan harga baru hingga saat ini. "Makanya, mungkin akan dipercepat untuk harga baru, karena kalau tidak ada kepastian nanti pengembang tidak bangun-bangun rumahnya dan menahan terus," terang Khalawi.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Eko Kementerian PUPR Djoeli Heripoerwanto mengatakan saat ini masih menanti keputusan dari Kementerian Keuangan perihal pajak yang akan diberikan untuk rumah bersubsidi.
Diharapkan, keputusan soal harga rumah bersubsidi keluar April 2019 nanti. "Kami menunggu supaya ada keputusan mengenai pajak itu dibebaskan, apakah sesuai dengan usulan kami atau tidak," ucap Eko.
Kendati demikian, ia tetap menyarankan agar pengembang tak menahan pembangunan rumah bersubsidi tahun ini. Toh, pengembang sudah memiliki marjin keuntungan dengan aturan harga rumah bersubsidi 2018. "Pengembang memang diminta atur sendiri marjinnya, ini juga kompetisi pasar. Rata-rata marjin tanya ke pengembang ya," tegas Eko.

Berita Populer